Tantangan Bonus Demografi Di Indonesia Yang Berdampak Pada Aspek Sosial, Ekonomi dan Politik

Penulis: Yuniar Ajeng Nara Pertiwi 

Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 

MEMOPOS.com,Sidoarjo - Bonus demografi merupakan suatu kondisi perubahan struktur umur penduduk sebagai akibat dari proses transisi demografi, yaitu penurunan angka kelahiran dan angka kematian. 

Penurunan angka kelahiran akan menyebabkan penurunan jumlah penduduk umur kurang dari 15 tahun, yang diikuti dengan penambahan penduduk usia produktif 15-64 tahun sebagai akibat banyaknya kelahiran di masa lalu. Sementara karena perbaikan status kesehatan, umur harapan hidup semakin panjang, sehingga lansia akan semakin meningkat. Masa di mana penduduk usia produktif jauh melebihi penduduk tidak produktif ini akan berpengaruh pada rasio ketergantungan, di mana beban “ekonomi” yang harus ditanggung oleh penduduk yang produktif terhadap penduduk tidak produktif mencapai titik terendah.

Bonus demografi merupakan suatu kondisi perubahan struktur umur penduduk sebagai akibat dari proses transisi demografi, yaitu penurunan angka kelahiran dan angka kematian. Transisi demografi tersebut menurunkan proporsi penduduk umur muda dan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja, dan ini menjelaskan hubungan pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi.

Indonesia diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang. Bonus demografi yang dimaksud adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Bonus demografi menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia untuk melakukan berbagai percepatan pembangunan dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) berusia produktif yang melimpah. Apalagi, tahun 2030 terdapat agenda besar pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Sejalan dengan itu, pemerintah pun telah mencanangkan Visi Indonesia Emas tahun 2045 dengan harapan terciptanya generasi produktif yang berkualitas.

Momentum tersebut tentu saja harus dihadapi dengan perencanaan yang matang. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah saat ini tengah menggodok berbagai program untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, melimpahnya SDM yang produktif tidak akan bisa produktif apabila tidak ada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan bidang yang dikuasai. Maka dari itu, pemerintah tengah mempersiapkan berbagai lapangan pekerjaan dan membuka keran investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Percepatan kebijakan penyediaan lapangan pekerjaan sangat diperlukan agar keuntungan dari bonus demografi dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, perencanangan program ramah lanjut usia juga harus didorong agar dapat menjamin taraf hidup lanjut usia setelah mereka berhenti bekerja.

Momen yang cukup jarang terjadi ini tentu akan memberikan banyak perubahan dan penyesuaian pada kehidupan bermasyarakat dalam suatu negara. Tak selalu menguntungkan, jika fenomena tersebut tidak diimbangi dengan persiapan yang matang justru dapat menjadi ancaman bagi negara. 

Perubahan struktur umur penduduk akibat transisi demografi, mempunyai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana pertumbuhan penduduk usia kerja akan memiliki hubungan positif dengan GDP per kapita. Perubahan struktur umur penduduk akibat transisi demografi berdampak pada: 1) peningkatan jumlah tenaga kerja yang apabila mendapatkan kesempatan kerja produktif akan meningkatkan total output, 2) peningkatan tabungan, serta 3) tersedianya human capital yang jumlahnya lebih banyak , 4) Merangsang penanaman modal baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dipicu dari banyaknya tenaga kerja produktif. 

Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial. Salah satunya menyebabkan tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif. Hal ini sejalan dengan laporan PBB, yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan negara Asia lainnya, angka ketergantungan penduduk Indonesia akan terus menurun sampai 2020. Dengan adanya kondisi bonus demografi, tentu bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memajukan kesejahteraan serta memakmurkan masyarakat apabila masyarakat usia produktif memiliki kualitas sumber daya yang dapat menunjang serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara.

Selain berdampak bagi ekonomi dan sosial, pastinya demographic dividend membawa keuntungan bagi sektor yang lain, misalkan saja pendidikan. Dengan adanya prediksi bonus demografi 2030, pemerintah pasti akan merancang sistem pendidikan yang lebih baik demi meningkatkan sumber daya manusia. Dengan adanya rancangan sistem yang lebih baik, sektor pendidikan akan mengalami peningkatan. Dari bonus demografi juga membawa keuntungan bagi sektor politik diantaranya : 1) Pemerintah dapat menciptakan pertumbuhan dan perkembangan negara, 2) Memicu pertumbuhan ekonomi negara, 3) Menaikkan PDB, 4) Bonus demografi akan menjadi modal besar bagi bangsa apabila kualitas sumber daya manusianya tinggi sheingga memiliki daya saing yang tinggi.

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Opini 5303121371398663612

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

NAIL STUDIO

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item