Sempat Melemah ,Rupiah Kembali Normal Vaksin Gratis Andalkan APBN
Penulis Oleh :
Nama : Dana Suhartati
NIM : 182020100097
Universitas Muhammadyah Sidoarjo
APBN mencakup seluruh penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan berasal dari
perpajakan maupun non perpajakan, termasuk hibah yang diterima oleh pemerintah.
Pengeluaran atau belanja adalah belanja pemerintah pusat dan daerah. Jika terjadi defisit,
yaitu pengeluaran lebih besar dari penerimaan, maka dicari pembiayaannya baik yang
bersumber dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Terkait dengan pengelolaan APBN,
semua penerimaan dan pengeluaran harus tercakup dalam APBN. Dengan kata lain pada saat
pertanggungjawaban APBN, semua realisasi penerimaan dan pengeluaran dalam rekening-
rekening khusus harus dikonsolidasikan ke dalam rekening BUN. Semua penerimaan dan
pengeluaran yang telah dimasukkan dalam rekening BUN adalah merupakan penerimaan dan
pengeluaran yang on-budget.
Januari lalu, ketika baru beberapa pekan saja dilaksanakan, sejumlah indikator
APBN 2020 sudah menjadi perdebatan. Nilai tukar rupiah menguat tajam hingga ke level Rp
13.500 per dolar AS, cukup jauh dari asumsi makro APBN di level Rp 14.400 per dolar AS.
Namun, tak lama berselang, angin mulai berubah arah. Pandemi Covid-19 yang berawal dari
China mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Pertengahan
Maret, pemerintah resmi mengeluarkan imbauan bekerja dari rumah dan social distancing
untuk menekan penyebaran Covid-19. Bak komidi putar, rupiah berbalik arah melemah tajam hingga menembus batas psikologis Rp 16.000 per dolar AS pada akhir Maret. Tingginya
ketidakpastian dampak pandemi Covid-19 tersirat dari pernyataan Menteri Keuangan Sri
Mulyani seperti dikutip laman berita CNBC Indonesia, 20/3/2020. Bendahara Negara
menyiapkan sejumlah skenario dampak Covid-19 dalam rumusan perubahan APBN 2020
yang tengah digodok bersama jajaran pemerintahan lainnya. kesepahaman setiap pihak
bahwa pandemi Covid-19 serta gejolak perekonomian global adalah tantangan yang harus
dihadapi dan diatasi bersama merupakan poin yang paling utama. Dengan demikian, bangsa
Indonesia bisa saling bahu-membahu menelurkan solusi yang tepat sasaran untuk melewati
badai yang tengah menerjang ini. Dengan demikian, APBN dapat menjadi instrumen yang
fleksibel dan efektif menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, namun tetap kredibel dan
andal untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Sampai akhirnya setelah penemuan vaksin covid-19 di China. Indonesia
mengimpor vaksin tersebut dan dibagikan kepada masyarakat secara gratis.
"Jadi setelah menerima masukan dari masyarakat, dan setelah kalkulasi ulang, melakukan
penghitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan vaksin Covid-19
untuk masyarakat adalah gratis," kata Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Merdeka,
Jakarta Pusat, Rabu (16/12). "Sekali lagi gratis tidak dikenakan biaya sama sekali."
Jokowi melanjutkan, "Untuk itu saya instruksikan dan saya perintahkan kepada seluruh
jajaran kabinet, kementerian dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan program
vaksinasi pada tahun anggaran 2021."
Saat ini, pemerintah baru menganggarkan sekitar Rp60 triliun untuk program
vaksinasi. Tauhid mengatakan anggaran untuk vaksinasi bisa dicapai dengan realokasi
anggaran tahun 2021 juga penggunaan dana sisa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020
tahun ini, yang hingga awal Desember baru terserap sekitar 63 persen. Dana Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SILPA) juga bisa dipakai, katanya.
Tauhid khawatir, jika dikenai biaya, warga yang secara ekonomi lemah kesulitan
untuk mendapatkan vaksin. Lagipula menurutnya harga vaksin bisa meningkat di pasaran
karena tingginya permintaan. Belum lagi kemungkinan adanya komersialisasi harga vaksin,
lantaran pemerintah kesulitan mengawasi distribusinya.
