Minat warga Lebak Berangkat Haji ke Tanah Suci
MEMOPOS.co.id,Lebak - Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak Halimatussa’diah mengatakan minat warga di daerahnya untuk berangkat ibadah haji tinggi, dan tercatat sekitar 10 sampai 13 orang per hari mendaftar, meski daftar tunggu hingga 30 tahun.
"Jika mendaftar haji tahun ini baru bisa diberangkatkan pada 2056, meski lamanya antrean keberangkatan itu, tetapi tidak menyurutkan niat para calon jamaah asal Lebak untuk daftar," kata Halimatussa’diah di Lebak, Rabu.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Haji calon jamaah haji Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 16.921 orang, dan di antaranya usia lansia 12.432 orang.
Dari jumlah 16.921 orang itu, keberangkatan hingga menunggu untuk nasional 27 tahun, namun daftar tunggu di Lebak sampai 30 tahun.
Antrean panjang daftar tunggu itu, tetapi tidak menyurutkan warga untuk berhaji," katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji merupakan kegiatan religi, yang memerlukan kesabaran dan keikhlasan.
Karena itu, masyarakat yang masuk daftar tunggu calon haji agar tetap sabar dan yakin bahwa gilirannya dapat kesempatan untuk menjalankan rukun Islam kelima bisa dilaksanakan.
Terkait pelaksanaan haji 2026, menurut dia, secara teknis persiapan pemberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Lebak sudah mencapai 90 persen, sedangkan sisanya 10 persen tengah diselesaikan untuk kelengkapan dokumen.
Jumlah total calon haji Kabupaten Lebak 2026 sebanyak 745 orang, namun tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang sakit.
Sementara itu, Suhaeri (58) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya bersama isteri pasrah hingga menunggu antrian dengan estimasi waktu keberangkatan yang panjang dan lama, karena hanya untuk mengikuti prosedur yang ditentukan Kemenhaj.
"Kami berharap sehat dan panjang umur, meski keberangkatan waktu lama, sesuai prosedur Kemenhaj dengan nomor urut pada data Siskohat itu," katanya menjelaskan.
(*)
