Mahasiswa Selama Ikut KKN Harus Bisa Menjaga Nama Baik Perguruan Tinggi
Gus Fawait Bupati Jember saat melepas 3000 orang mahasiswa peserta KKN kolaborasi 2026, mereka berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di jember.
MEMOPOS.co.id,Jember - Minggu Sore 9 Juli 2026, Alun-Alun Jember dipenuhi ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Jember, mereka berkunpul di jantung kota tidak lain untuk menerima arahan dari Muhammad Fawait Bupati Jember sebelum diberangkatkan ke dèsa.
Selama di desa mereka akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak lebih dari 35 hari.Pemberangkatan mahasiswa KKN itu, dihadiri pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pimpinan perguruan tinggi tempat Mahasiswa KKN kuliah.KKN kali ini mengusung tema Desa Cinta memiliki arti desa cerdas, inklusif dan tangguh.
Bahkan dalam kesempatan itu Gus Fawait panggilan akrab bupati Jember berharap kepada semua peserta KKN kolaborasi 2026 agar bisa menjaga nama baik perguruan tinggi, serta tidak melakukan petbuatan melanggar norma susila.Selain itu, saat Mahasiswa berada di desa, manfaat KKN bisa dirasakan warga setempat.
Poltikus Partai Gerindra itu juga meminta kepada mahasiswa KKN kolaborasi untuk ikut melakukan verifikasi dan validasi data terkait kemiskinan ekstrem.Menurut bupati berusia muda dan baru saja meraih gelar doktor itu, saat ada bantuan diberikan masih saja tidak tepat sasaran bukan untuk orang miskin.
"Kehadiran mahasiswa di desa, sangat membantu pemerintah daerah turut memberikan data desil 2 ekstrem.Adik-adik mshadiswa mulai hari ini aktif melaksanakan tugas KKN selama 35 hari.Tiap desa atau kelurahan terdapat 11 hingga 24 mahasiswa, kehadiran mereka sangat dibutuhkan warga."imbuh Fawait.
Saat memberikan kata sambutan, di acara pelepasan mahasiswa KKN kolaborasi tersebut, Prof.Dr.Yuli Witono, Ketua LP2M Universitas Jember menegaskan, kini posisi mahasiswa bukan lagi sebagai kreator tapi pro kreator.Biarkan warga lokasi KKN sebagai kreator, mengangkat tema local wisdom atau kearifan lokal.
Menurut Yuli, ada tiga pokok materi KKN kali ini, verval desil 2 kemiskinan ekstrem, sampah, serta viola tidak lain adalah virtual office layanan peserta seperti BPJS Kesehatan, untuk menjadi anggota seseorang tidak perlu datang langsung tapi cukup menggunakan panggilan video conference sehingga menghemat waktu.(*)
Reporter: Winardyasto HariKirono
