Panel Pintar Otomatis Dipasang di Bak Air Bersih Dusun Rowo Indah, Pompa Tak Lagi Bergantung Petugas
Tim pengabdian Politeknik Negeri Jember memasang Smart Control Panel berbasis pewaktu dan sensor level air untuk melayani 40 kepala keluarga
Tim PkM Politeknik Negeri Jember berfoto bersama mitra dengan spanduk kegiatan Smart Control Panel seusai sosialisasi di Dusun Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Jember. (Foto: Dokumentasi Tim PkM Polije)
MEMOPOS.co.id,Jember - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Jember (Polije) memasang Smart Control Panel di instalasi air bersih Dusun Rowo, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Perangkat berbasis pewaktu (timer) dan sensor level air itu membuat pompa yang selama ini dijalankan secara manual bisa bekerja otomatis, sekaligus menjaga bak penampung agar tidak meluap. Instalasi tersebut dikelola Kelompok Penyediaan Air Bersih Dusun Rowo dan melayani 40 kepala keluarga (KK). Airnya berasal dari mata air alami yang debitnya relatif stabil sepanjang tahun. Satu unit pompa dinyalakan dua kali sehari, pukul 04.00 dan 15.00 WIB, untuk mengisi bak penampung berkapasitas 15 meter kubik, yang kemudian dialirkan lewat dua titik keran ke pipa rumah warga.
Meski sumber airnya melimpah dan iuran warga berjalan rutin, seluruh pengoperasian bergantung pada petugas piket. Hasil survei tim menemukan tiga masalah utama. Pertama, tidak ada mekanisme otomatis yang memastikan pompa menyala dan mati tepat waktu, sehingga keterlambatan petugas bisa langsung menghentikan pasokan air. Kedua, bak penampung tidak punya alat pemantau level air, sehingga petugas tak tahu kondisi bak secara langsung dan air serta listrik terancam terbuang bila bak meluap, atau pompa rusak bila berjalan tanpa air. Ketiga, panel listrik lama belum memenuhi Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011: tanpa pengaman arus lebih yang memadai, tanpa pentanahan (grounding), dan tanpa kotak panel berpelindung untuk pemasangan di luar ruangan, sehingga membahayakan keselamatan petugas.
Untuk menjawab ketiga masalah itu, tim merancang satu unit panel terpadu. Komponen pertama adalah time switch digital yang diprogram menghidupkan dan mematikan pompa otomatis pukul 04.00 dan 15.00 WIB, dilengkapi saklar pilihan manual/otomatis dan lampu penanda status pompa. Komponen kedua adalah sensor level air dua titik di bak penampung yang terhubung ke relay pemutus otomatis. Pompa dimatikan saat bak terdeteksi penuh, dan lampu LED serta alarm bunyi memberi tanda kondisi bak, termasuk fungsi pencegah pompa menyala saat air sumber kritis. Komponen ketiga adalah kotak panel baru berproteksi IP65 yang dilengkapi pemutus arus (MCB), grounding sesuai PUIL 2011, serta kabel yang ditata rapi dan berlabel.
Panel dirancang dan dirakit di TEFA Engineering Creative Corner (TEFA ECC), Jurusan Teknik Polije, yang juga menjadi tempat pelatihan teknis bagi pengurus kelompok mitra. Tim memilih sensor elektroda dua titik, bukan sensor ultrasonik yang lebih presisi namun lebih mahal dan sensitif terhadap kondisi lingkungan, agar biaya terjangkau dan perawatannya mudah dilakukan mitra sendiri. Pemasangan di lapangan mencakup instalasi pipa, instalasi kelistrikan dan pemantauan pada bak penampung, uji coba teknis, hingga sosialisasi dan pelatihan operasional bagi mitra. Seluruhnya dikerjakan bersama perwakilan warga Dusun Rowo.
Panel kontrol baru berisi komponen pengaman dan pengendali saat dipasang di lokasi mitra. (Foto: Dokumentasi Tim PkM Polije)
Setelah instalasi rampung, tim dan mitra melakukan uji fungsional. Hasilnya, sistem dan alat berfungsi sesuai rancangan yang ditetapkan. Air mengalir sesuai jaringan pipa yang terpasang dan tersambung dengan sistem kontrol kelistrikan yang dibuat. Agar alat terus bermanfaat, tim menggelar sosialisasi kepada mitra supaya fungsi operasionalnya dapat dijalankan secara mandiri. Kegiatan ini memakai pendekatan partisipatif: pengurus kelompok dilibatkan sejak identifikasi masalah, perencanaan, pelatihan, hingga pengoperasian. Lokasi mitra yang hanya sekitar 12–15 kilometer dari kampus Polije memudahkan kunjungan pemantauan. Program dirancang berlangsung sekitar 16 minggu dalam lima tahap, dari sosialisasi dan survei, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, hingga serah terima sistem beserta prosedur operasional dan dokumen teknis. Tim pelaksana terdiri atas dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika, Jurusan Teknik, dan Jurusan Peternakan Polije, yakni Ahmad Rofi'i, Fendik Eko Purnomo, Nurul Zainal Fanani, Ardianto Syaifur Rohman, Tunjung Genarsih, Sihmaulana Dwianto, Anang Supriadi Saleh, Mochamad Irwan Nari, Nuzula Afianah, Altaf Ramzi, dan Mohammad Ari Maulana. Kegiatan didanai PNBP Polije melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M).
Tim berharap sistem ini menjadi contoh teknologi tepat guna yang murah, mudah dirawat, dan aman, sehingga pengurus dan warga Dusun Rowo dapat mengelola air bersih secara lebih efisien dan mandiri. (*)