Dosen Berbagai Perguruan Tinggi Indonesia Kunjungi Tanoker Ledokombo
Tampak Dr.Ir.Holi Bina Wijaya,ST.,M.Um, (baju hitam), Ketua Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia (ASPI), sedang menerima cinderamata dari Supo Raharjo pendiri Tanoker Ledokombo, Jember.
MEMOPOS.co.id,Jember - Di sela-sela kesibukan menghadiri kegiatan di Universitas Jember, 90 dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia meluangkan waktu untuk melihat dari dekat keberadaan tanoker di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu siang (11-April 2026).
Mereka sendiri tergabung di Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia (ASPI), bahkan Dr.Ir.Holi Bina Wjaya, ST., M.Um, Ketua ASPI tampak hadir dalam acara tersebut dan disambut penuh keakraban oleh Supo Raharjo dan Farha Ciciek founder sekaligus owner Tanoker Ledokombo.
Holi dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan, sebagian besar anggota ASPI, belum pernah ke Jember dan melihat dari dekat Tanoker Ledokombo itu."ASPI sangat mengapreasi tanoker, Pak Supo dan Bu Ciciek itu champion kampung kreatif."kata Holi.
Sementara itu, saat diwawancarai Memo Pos, Ir.Nunung Nuring Hayati, ST.MT, dosen Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jember, mengatakan, perlu diketahui ASPI ini membawahi Prodi PWK mulai S-1 hingga S-3 Se Indonesia.
"Setiap tahun ASPI ini memang memiliki agenda pertemuan dan workshop, Universitas Jember baru bergabung di tahun 2018 karena Prodi PWK termasuk baru.Rencana mengajak kawan-kawan ASPI ke Jember tidak mudah karena terkendala kesibukan."ucap Nunung.
Ia menambahkan, kebetulan ASPI sedang ada kegiatan di Universitas Jember, seperti workshop kurikulum terkait akreditasi.Berkunjung ke tanoker bagian dari mengenalkan kearifan lokal Kabupaten Jember, serta dilanjut ke Puslit Koka,Watu Ulo dan Papuma."imbuh Nunung.
Dibagian lain Farha Ciciek mengaku, sebagai tuan rumah dia merasa gembira didatangi dosen- dosen PWK dari penjuru tanah air, mereka merasa senang dan bergembira karena bisa menginjakan kaki di Tanoker Ledokombo dan mencicipi kuliner khas di tempat tersebut.
"Tanoker ini merupakan ruang belajar dan siapa saja bisa datang kemari, termasuk dosen PWK seluruh indonesia belajar mengenal tanoker.Kita cukup lama menjalin kerjasama dengan Prodi PWK Universitas Jember, kebermanfaatan dari kemitraan itu telah kami rasakan."terang Ciciek.
Mereka para tamu dari ASPI baru paham jika di Kabupaten Jember memiliki desa wisata ala tanoker, berhawa sejuk dan warga Ledokombo sangat ramah.Untuk itu, Tanoker Ledokombo membuka diri untuk mahasiswa Prodi PWK untuk magang menambah pengalaman di tempat itu.
"Tamu dari jauh ini sangat menikmati kuliner Tanoker Ledokombo berupa nasi bunga telang disajikan memakai tampa, nasi telang ini dilengkapi sate tahu bumbu kacang.Mereka terlihat lahap dan bilang nasi ini enak serta sangat unik mampu menghilangkan rasa lapar."pungkas Ciciek.(*)
Reporter:Winardyasto HariKirono
