Sate Harga Mahasiswa Buka Dua Jam Langsung Ludes
Meski lulusan perguruan tinggi, namun Yusti Mas Magribi tidak merasa malu sedikitpun berjualan sate ayam di pinggir jalan sejak Nopember 2025 lalu
MEMOPOS.co.id,Jember - Di saat harga sembako naik, justru Sate Ayam Legomoro di Jalan Danau Toba, Kalurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Jember, justru malah menawarkan sate ayam harga murah, seporsi cuma Rp.8000 saja.Tentu hal ini menjadikan orang penasaran, sengaja mampir untuk membuktikan kebenaran dari harga sate itu.Setelah sekali dua kali mencoba, mereka terbiasa beli disitu.
Bukan hisapan jempol, namun benar-benar murah dan enak.Itu komentar mereka para pengunjung sate tersebut, Mereka di kesempatan lain balik lagi beli sate Legomoro itu.Selain haga murah, pemilihan lokasi jualan juga menjadi penentu sate tersebut laris manis.Apalagi terletak di sekitaran kampus, praktis jadi incaran mahasiswa.
Yusti Mas Magribi pemilik Sate Legomoro mengatakan, berjualan bukan hal baru bagi pria tersebut.Saat kuliah di UIN KHAS Jember, Yusti pernah jualan jagung bakar di malam hari saat waktu senggang kuliah.Apalagi orangtua pria tersebut menginginkan sang anak untuk berwirausaha, bisa mandiri tanpa berharap menjadi pegawai kantoran berpenampilan rapi.
"Sate Legomoro ini pertama kali ada Nopember 2025.Kenapa pilih berjualan sate?, karena disukai orang.Selain itu, bikin sate gampang tidak terlampau rumit.Setiap pagi belanja ayam di Pasar Baratan , saat jualan cuma bawa 200 tusuk saja."tegas Yusti, alumni UIN KHAS Jember tahun 2024, Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam.
Suami dari Zahrotul Arofah tersebut menambahkan, walaupun sate itu terbilang murah namun telah dilengkapi sertifikat halal."Jualan mulai pukul 19.00, tidak lebih dari dua jam sate ini habis dibeli orang.Legomoro itu nama sebuah air terjun di Kecamatan Glenmoore dan memiliki pula arti saat beli sate disini orang merasa puas,"imbuh laki-laki itu.
Yusti sendiri berasal dar Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi itu mengaku tidak merasa malu sedikitpun berjualan sate di pinggir jalan.Semua dilakoni sendiri, mulai belanja, memotong daging ayam, kemudian ditusuk pakai tusuk sate serta membuat bumbu kacang karena istri tercinta dari pagi sampai sore sibuk bekerja di perusahaan air minum kemasan.
Lelaki kelahiran 10 Januari 2021 itu begitu bersemangat menekuni profesi sebagai pedagang sate, bahkan hari minggu pun tidak ada kata libur bagi Yusti tetap berjualan.Kini nama sate Legomoro merangkak mulai dikenal, bahkan sudah bisa dilihat di aplikasi Tik-Tok.Berbekal uang Rp.8000, orang bisa makan 6 tusuk sate plus 2 lontong atau 7 tusuk sate ditambah 1 lontong.
Hal itu dibenarkan Taufik Hidayat salah seorang pelanggan sate tersebut, ia sudah tidak terhitung berapa kali beli sate Legomoro."Murah banget dan rasa bumbu kacangnya juga enak, begitu makan sate ini dijamin rasa lapar hilang dan cocok sekali untuk anak kos seperti aku ini.Selain itu, si penjual sate ini tipikal orang ramah dan sangat humoris."terang Taufik.(*)
Reporter:Winardyasto HariaKirono
