Pesan Gus Fawait Kepada Sekolah Jangan Terima Murid Titipan Serta Pungli
Bupati Jember Muhammad Fawait atau disapa Gus Fawait mengingatkan sekolah tidak melakukan pungli dan menerima titipan Murid baru, hal Itu disampaikan Saat berkunjung di SMP Negeri 1 Jember, Jum'at 17 Juli 2026.
MEMOPOS.co.id,Jember - Pesan moral disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab dipanggil Gus Fawait saat berada di SMP Negeri 1 Jember, Jum'at 17 Juli 2026, kedatangan politikus Partai Gerindra itu untuk melakukan silahturahmi dengan tenaga pendidik, murid, pegawai dan kepala sekolah tersebut.
Kegiatan itu juga bagian dari agenda Pro Gus'e update dan Gus'e menyapa.Kunjungan Gus Fawait ke sekolah favorit tersebut didampingi pejabat OPD, bertepatan penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai dari SD, SMP se Kabupaten Jember tahun ajaran baru 2026/2027.
Dalam kesempatan Itu, Gus Fawait berpesan kepada semua sekolah di lingkungan Pemkab Jember untuk tidak menerima titipan murid saat berlangsung penerimaan peserta didik baru dari pihak manapun.Serta Jangan coba-coba melakukan pungutan liar (pungli) diluar ketentuan resmi sebab pungli Itu perbuatan terlarang.
"Jangan sampai ada sekolah melakukan pungli kepada murid baru, tidak ada pungli di sekolah, ini merupakan kesepakatan dinas pendidikan, MKKS, serta semua kepala sskolah.Untuk itu hal ini harus dijalankan, agar nama baik sekolah tetap terjaga.Selain itu, sekolah jangan mau dititipi murid baru."ucap Gus Fawait.
Bupati Jember itu berharap setelah mengikuti kegiatan MPLS di sekolah, semua murid baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan tetap hormat kepada guru. Serta jangan lupa belajar dan jauhi narkoba karena bisa merusak masa depan murid sebagai generasi muda penerus bangsa
Saat bupati Fawait tiba di SMP tersebut terlihat pula semua Muspika dari Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Kaliwates.Kedatangan rombongan Gus Fawait disambut meriah oleh drumband SMP Negeri 1Jember.Acara Pro Gus'e Update tersebut diliput pula oleh puluhan awak media.(*)
Reporter: Winardyasto HariKirono
