Film Aku Anak Pandhalungan Bantah Anggapan Generasi Milenial Tidak Peduli Kesenian Tradisional

Ridho Janat Direct Artis dan Make Up Artis di Film Aku Anak Pandalungan, mengaku bangga pemutaran perdana film itu diminati warga Jember.

MEMOPOS.co.id,Jember - Gala premiere film Aku Anak Pandalungan, Rabu malam, 8 Juli 2026, di Kota Cinema Mall (KCM) Jember diluar dugaan menuai sukses.Film bernafaskan Jember itu disutradarai PD Hariyanto, pria asal Lumajang itu berhasil menampilkan film itu secara apik dan mampu membikin penonton terharu hingga ada sebagan penonton menitikan airmata.

Film berdurasi 20 menit itu, menceritakan seorang pengrajin kentongan bernama Mbah Kung terlilit hutang rentenir.Mengingat kondisi ekonomi terpuruk, kentongan mililk Mbah Kung hendak diambil semua sama rentenir karena tidak bisa melunasi hutang kepada rentenir.Kabar kentongan akan disita rentenir sampai juga di telinga anak-anak tetangga Mbah Kung.

Mereka sepakat untuk turun jalan ngamen, hasil dari ngamen itu akan digunakan untuk menutup hutang pengrajin kentongan tersebut.Anak-anak itu tidak rela kentongan diangkut rentenir, kalau itu terjadi maka di desa mereka tidak ada lagi suara kentongan sebagai ciri Khas Kabupaten Jember dan mereka tidak bisa lagi berlatih kentongan sewaktu-waktu.

Di penghujung film Aku Anak Pandhalungan, kentongan tersebut tidak jadi disita, itu juga berkat desakan istri rentenir. Hal ini menjadikan hati rentenir luluh, hingga membiarkan alat musik tradisional itu tetap ada di rumah Mbah Kung.Anak-anak pun bergembira, karena mereka tetap bisa mendengarkan alunan musik kentongan.

Menurut Ridho Janat , Direct Artis dan Make Up Artis Film Aku Anak Pandhalungan Jember kepada Memo Pos mengatakan, film tersebut diproduksi untuk mengingatkan kepedulian anak muda Jember terhadap musik kentongan serta sekaligus menjaga dari kepunahan.Bahkan, masih ada saja orang Jember tidak mengenal kentongan.

"Film Aku Anak Pandhalungan ini membutuhkan waktu empat hari untuk pengambilan gambar di kawasan Lingkungan Gumuk Kerang, Kecamatan Ajung, tidak Jauh dari Stadion Jember Sport Garden (JSG).Di Film ini melibatkan sekitar 20 anak usia sekolah SD dan SMP, mereka baru pertams kali main film."ucap Ridho.

Koordinator Film Acting Class Jember itu menambahkan, diakui dalam proses  pembuatan film itu bukan berarti tidak ada kendala.Cuaca juga  bagian dari hambatan, semula matahari bersinar terik, tiba-tiba mendung dan turun hujan deras sehingga proses syuting harus dihentikan dan menunggu hujan redah untuk dilanjutkan lagi.

Sementara itu, PD Hariyanto sutradara film tersebut menuturkan, naskah film tersebut juga ditulis dia sendiri.Pria berkacamata itu bisa merampungkan naskah film selama kurun waktu seminggu.Agar syuting film tidak mengganggu, aktifitas belajar di sekolah, pengambilan gambar sengaja dilakukan di hari libur agar bisa maksimal.

Dalam Gala Premiere Film Aku Anak Pandhalungan  itu juga dihadiri jajaran Forkompimda, organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Jember, orang tua Talen, komunitas perfilman,  dan tenaga pendidik.Rencana, Bupat Muhammad Fawait dihadiri namun berhalangan, diwakili H.Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP, MSi Kepala Diskominfo Kabupaten Jember.(*)


Reporter: Winardyasto HariKirono

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Headline 6201557557266471809

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

NAIL STUDIO

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item