Anggota DPRD Blora Yuyus , Ikut Bersyukur Bersama Warga Desa Gempol Kradenan Dengan Arus Kelistrikan Sudah Nyala Stabil.
https://www.memopos.co.id/2026/03/anggota-dprd-blora-yuyus-ikut-bersyukur.html
Blora – Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan listrik, warga Dukuh Bendo Kerep, Desa Gempol, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, akhirnya dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil melalui program pembangunan listrik desa dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN 2026.
Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan commissioning test atau uji operasional jaringan listrik oleh PLN UP3 Madiun, yang berhasil menyalakan aliran listrik pada Jumat (—) sekitar pukul 15.00 WIB.
Anggota DPRD Kabupaten Blora Komisi B, Yuyus Waluyo, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut.
“Alhamdulillah listrik sudah menyala. Kami berharap ini membawa dampak besar bagi aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yuyus, kehadiran listrik yang lebih stabil akan mendorong peningkatan kualitas hidup warga. Ia menilai listrik kini menjadi kebutuhan dasar, mulai dari penerangan, penggunaan telepon genggam, hingga peralatan rumah tangga.
“Biasanya setelah listrik stabil, kebutuhan seperti kulkas, freezer, hingga mixer akan meningkat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait.
“Ini bukan perjuangan satu dua orang, tetapi hasil gotong royong seluruh warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gempol, Nurdianto, menjelaskan bahwa wilayah tersebut sebenarnya telah mengenal listrik sejak awal tahun 2000-an, namun masih sangat terbatas karena bergantung pada jaringan dari wilayah Jawa Timur.
“Kondisi dulu sangat terbatas. Saat magrib saja lampu tidak terang, dan penggunaan alat elektronik belum maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, Desa Gempol terdiri dari delapan dukuh yang tersebar. Saat ini jaringan listrik baru menjangkau Dukuh Bendo Kerep dengan cakupan sekitar tiga RT.
Meski demikian, pengembangan jaringan masih menghadapi kendala, seperti perubahan jalur jalan serta proses perizinan yang melintasi kawasan hutan. Pemerintah desa berharap dukungan dari pihak terkait, termasuk Perum Perhutani wilayah Randublatung.
“Kami berharap ada kemudahan dalam pemindahan jaringan, karena akses menuju lokasi cukup sulit jika terjadi gangguan,” tambahnya.
Dengan adanya program listrik desa ini, pemerintah desa berharap kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
(Ardyfahril)
