Peringati 77 Tahun Kisah Perjuangan Brimob Lawan Belanda Ada Dialog dan Ziarah Makam
KBPP Polri Jember mengelar beragam kegiatan seperti diskusi, memperingati 23 tahun usia organisasi itu dan 77 tahun peristiwa pertempuran di Jumerto
MEMOPOS.co,id,Jember - Ada apa di tanggal 11 Februari?, sebagian besar orang Jember pun tidak mengetahui hal itu.Padahal di tanggal tersebut di tahun 1949, terjadi perlawanan sengit anggota Brimob mengusir tentara Belanda, di Jumerto, Kecamatan Patrang, Jember.
Bahkan, ada beberapa anggota Brimob dan warga setempat tewas tertembak peluru Belanda.Untuk mengenang jasa pejuang dari unsur Brimob waktu itu, di Jumerto berdiri kokoh monumen Palagan Jumerto, di dekat kantor Kelurahan Jumerto.
Di tahun 2026 ini, 77 tahun pertempuran itu diperingati sederhana, sekedar pemotongan tumpeng dan menggelar dialog.Hadir di acara itu Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri, Polsek Patrang,Pramuka, FKPPI serta jajaran Kelurahan Jumerto.
Teguh Sapta Arif Santoso, Ketua KBPP Polri Jember kepada wartawan mengungkapkan, acara peringatan palagan itu bagian dari mengedukasi generasi muda.Peringatan tersebut sangat sederhana, namun tidak mengurangi makna peristiwa Palagan Jumerto.
"Hari ini KBPP Polri memperingati peristiwa bersejarah Jumerto, serta 23 tahun usia KBPP Polri.Ada diskusi, pembagian santunan, serta ziarah.Kegiatan ini bisa menjadikan semangat untuk generasi penerus, biar tidak melupakan sejarah."kata Teguh.
Sementara itu, Nur Hadiati, Lurah Jumerto, sangat mendukung kegiatan KBPP Polri mengenang jasa anggota Brimob di tahun 1949."Acara seperti ini sangat bagus, kalau perlu diadakan tiap tahun.Kelurahan Jumerto siap mendukung acara ini."tegas Nur.
Kegiatan KBPP Polri menjadikan Nur merasa bangga, kebetulan Lurah Jumerto itu terlahir dari keluarga Polisi.Salah seorang anggota pramuka dan enggan sebutkan nama, mengaku baru kali ini ia mengetahui sejarah Palagan Jumerto saat mengikuti diskusi itu.
"Dari diskusi ini aku baru tahu kisah heroik pertempuran Jumerto, anggota Brimob kala itu memiliki semangat juang tinggi bahkan rela mati demi mempertahankan kemerdekaan.Sebagai pelajar, semangat juang ini bisa jadi contoh generasi muda ini."kata dia. (*)
Reporter:
Winardyasto HariKirono
