Relawan SRI Catat 62 Warga Baduy Korban Gigitan Ular Selama 2025
MEMOPOS.ci.id,Lebak - Relawan Sahabat Relawan Indonesia (SRI) mencatat sebanyak 62 warga Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten korban gigitan ular berbisa jenis ular tanah (Calloselasma rhodostoma) selama 2025.
"Dari 62 korban gigitan ular itu di antaranya dilaporkan 11 orang meninggal dunia," kata Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat dalam keterangan di Lebak, Kamis.
Selama ini, masalah kesehatan di Badui yang menonjol di antaranya kasus gigitan ular.
Dimana masyarakat Badui dalam kehidupan sehari-hari itu bercocok tanam di ladang, terlebih memasuki tanam untuk membuka kawasan hutan di perbukitan dengan melakukan pemotongan kayu dan rerumputan ilalang.
Dengan demikian, warga Badui berpotensi menjadi korban gigitan ular berbisa yang berlindung di rerumputan maupun semak-semak belukar.
Masyarakat Badui yang menjadi korban gigitan ular selama 2025 tercatat sebanyak 62 orang dan 11 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia berdasarkan data di Poskesdes Ciboleger, Nangerang dan Cijahe.
Penyebab warga Badui yang meninggal akibat gigitan ular berbisa itu, karena keterlambatan dilarikan ke fasilitas kesehatan juga tidak tersedianya obat anti bisa ular (ABU) di puskesmas serta keterlambatan informasi untuk di bawa ke rumah sakit menjadi kendala utama.
"Kami mengimbau warga Badui jika ada yang menjadi korban gigitan ular berbisa agar cepat melapor ke petugas medis di tiga poskesdes Klinik SRI untuk mendapatkan pengobatan," kata Arif.
Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Medi mengatakan saat ini persediaan ABU terpenuhi di seluruh puskesmas penyangga masyarakat Badui sehingga dapat segera mendapatkan penanganan medis apabila menjadi korban gigitan ular berbisa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak yang telah memenuhi persediaan obat serum ABU," ujar Medi sambil menyatakan masyarakat Badui sekitar 11.600 jiwa dan tersebar di 68 perkampungan sering menghadapi risiko gigitan ular berbisa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra mengatakan pemerintah daerah menyiapkan antara 5 hingga 10 vial serum ABU di setiap puskesmas penyangga masyarakat Baduy.
"Semua persediaan ABU di lima puskesmas penyangga masyarakat Baduy, yakni Cisimeut, Cirinten, Bojongmanik, Muncang, dan Sobang sudah terpenuhi,” ujarnya.
(Nurjen)
