Awal Tahun Luncurkan Progam Peta Cinta Kini Bikin KTP-el Cukup di Kecamatan
:Gus Bupati Jember Muhammad Fawait didampingi penjabat Sekda dan OPD di Kecamatan Jenggawah, saat peluncuran program Peta CintaMEMOPOS.co.id,Jember - Tahun 2026 baru berjalan beberapa hari, Pemkab Jember justru melakukan gebrakan Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el Kecamatan), program itu diluncurkan di Kantor Kecamatan Jenggawah, Senin 5 Januari 2026.
Progrsm itu diluncurkan Bupati Jember Muhammad Fawait, SE.MSc atau akrab dipanggil Gus Fawait, dihadiri pula organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah dan kepala desa se Kabupaten Jember dan program itu langsung diterapkan saat itu juga.
"Melalui program ini diharapkan tidak ada lagi keluhan warga saat mengurus KTP-el, program peta ini justru memudahkan mereka cukup di kecamatan mengurus KTP el dan gratis.Setiap kecamatan ada 2 petugas dari Dispenduk,"jelas Gus Fawait.
Selain itu, politikus Gerindra tersebut memaparkan, pemberlakuan program Peta Cinta itu akan menuntaskan keluhan permasalahan ketika mengurusi dokumen penduduk.Seperti, blangko KTP- el kosong dan jarak cukup jauh dari rumah.
"Kabupaten Jember telah digelontor 68.000 blangko dari pemerintah pusat, blangko itu didistribusikan ke 31 kecamatan.Jadi sekarang cukup di kecamatan, tidak perlu ke Dispenduk melakukan perekaman KTP-el."imbuh Fawait.
Menurut bupati berusia muda itu, ini prestasi luarbiasa Kabupaten Jember bisa memperoleh ribuan blangko KTP-el.Itu tidak terlepas lobi intensif pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini kementrian dalam negeri dan menuai sukses.
"Perlu diketahui dari tahun 2019-2025, warga Jember tidak bisa membuat KTP-el.Itu semua karena blanko tidak ada, jumlah mereka sekitar 66.000.Mengurus KTP sekarang ini gratis, mohon jangan dipersulit."terang Bupati Fawait.
Dibagian akhir acara, orang nomor satu di Jember itu berkesempatan memberikan data hasil perekaman KTP el kepada warga setempat.Fawait juga berpesan, diharapkan kepala desa melakukan sosialisasi terkait ketersediaan blangko.(*)
Reporter:
Winardyasto HariKirono