Omzet Pasar Takjil Banyuwangi Tembus Rp 40 Juta Per Hari
MEMOPOS.co.id,Banyuwwangi - Transaksi jual beli di pasar takjil yang dikelola UMKM di Kabupaten Banyuwangi omzetnya rata-rata mencapai Rp 40 juta per hari sejak awal hingga pertengahan bulan Ramadhan 1444 Hijriah.
Transaksi terbesar berada di tiga pasar takjil utama di pusat Kota Banyuwangi, yakni pasar takjil di ruas Jalan Letjen Sutoyo, Taman Blambangan, dan Terminal Pariwisata Terpadu.
“Pasar takjil di tiga lokasi ini cukup ampuh mendorong perputaran ekonomi dengan transaksi mencapai Rp 40 juta lebih per harinya,” Terang Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda pada Senin (10/4/2023).
Dengan begitu, transaksi jual beli di pasar takjil hingga pertengahan bulan Ramadhan telah mencapai lebih dari Rp 500 juta.
Jumlah itu belum termasuk transaksi di puluhan pasar takjil lainnya yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
Bramuda juga menyebut, transaksi jual beli itu menunjukkan bahwa upaya pemkab dalam membalut pasar takjil dengan bingkai Festival Street Food membuahkan hasil yang positif.
Dengan mengemas pasar takjil menjadi salah satu festival unggulan dalam kalender pariwisata “Banyuwangi Festival”, pemkab ingin ekonomi masyarakat arus bawah tergeliat selama Ramadhan.
“Saat buka pada awal Ramadhan, kami memang menginginkan agar pasar takjil menjadi momentum menggeliatkan perekonomian,”Tambah Bramuda.
Pemkab mewadahi para pedagang UMKM untuk berjualan di pasar takjil selama Ramadhan, dan menghimbau agar masyarakat memanfaatkan keberadaan pasar takjil untuk memenuhi menu berbuka puasa.
Insiyah, salah seorang pedagang aneka lauk pauk di pasar takjil Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi, mengaku bisa mengantongi uang atau omzet hingga lebih dari Rp1 juta.
“Biasanya paling ramai saat awal dan akhir bulan Ramadhan. Kalau pertengahan Ramadhan biasanya melandai,”Pungkasnya.(Im)
