Proyek Siluman Pembangunan Plengsengan Di Desa Tegalrejo Amburadul
MEMOPOS.com,Banyuwangi - Akibat pembangunan plengsengan jalan di area Dusun Bulurejo,Desa Tegalrejo,Kecamatan Tegalsari terkesan menuai polemik warga sekitar,dikarenakan proyek siluman tersebut tidak terpasang papan nama dan mirisnya lagi bahan material yang dipergunakan asal - asalan
Informasi yang dihimpun MEMOPOS pengerjaan proyek tidak nampak dikerjakan oleh sebuah Badan Usaha (cv). Sehingga diduga pekerjaan banyak dilakukan secara manual dan tidak terpasang papan nama proyek serta logo CVnya.
“Pembangunan plengsengan tersebut sudah berjalan 75 persen,eronisnyaa cara mengerjakannya terkesan asal - asalan,material pasir nampak bercampur tanah.” ungkap Matsekeno Ketua RW setempat.
Matsekeno juga menjelaskan,perihal proyek plengsengan itu kami sama sekali tidak tahu menahu,apalagi ada pemberitahuan dari pihak desa atau pihak kontraktornya.Intinya pembangunan proyek tidak karuan pengerjaanya bahkan sangat amburadul,"tambahnya.
Hal yang sama disampaikan juga Kades Tumari,sebelum dan hingga proyek dikerjakan ini Kami pihak desa sama sekali tidak pernah diajak koordinasi lesan atau secara tertulis.Yang kami ketahui tiba- tiba pembangunan plengsengan sudah dikerjakan,"papar Kades Tumari.
Tumari meminta kepada Kontraktor dan pihak terkait agar persoalan ini dikerjakan secara prosedural sesuai aturan yang berlaku,dipasang papan nama,bahan juga yang bagus dan pihak desa maupun warga sekitar dilibatkan agar tidak terjadi isu miring,terus - terang warga sekitar proyek apalagi sangat dekat dengan bapak RW merasa kecewa,"tandasnya.
Toha pihak yang dipercaya kontraktor yang mengerjakan pembangunan plengsengan dikonfirmasi media ini lewat selulernya juga tidak mengerti nama CV dan nama kontraktornya.tidak tau CV/Badan Usaha apa pak, yang menaungi pembangunan ini. “Kami hanya disuruh saja”, kata Toha singkat.
“Nanti pihak terkait yaitu Konsultannya yang tahu pembangunan ini, dan biasanya ada kok mas orangnya”, lanjut toha, terbata-bata.
Lucu dan sangat disayangkan, bila orang dipercaya sebagai pengawas pembangunan di lapangan tidak tahu siapa yang memerintahnya, apalagi tidak tahu Badan Usaha yang dinaunginya.
Dari pantauan MEMOPOS,banyak kejanggalan proyek pembangunan plengsengan ini yang terkesan ditutup-tutupi.(Im)
