Jelaskan Filosofi Makanan Ketika Komunitas Sepeda Kuno Adakan Halal Bihalal

Bima Ontelis salah satu komunitas pecinta sepeda kuno di Ambulu, tetap semangat mendatangi tempat halal bihalal meski harus naik sepeda engkol ramai-ramai.

MEMOPOS.co.id,Jember - Momentum Idul Fitri 1447 H dimanfatkan komunitas pecinta sepeda kuno di Kabupaten Jember mengadakan halal bihalal, hal itu pula dilakukan Bima Ontelis asal Kecamatan Ambulu, di rumah Tukiman, barat kantor Desa Kemuningsari, Kecamatan Jenggawah, Sabtu (4/4-2025).

Mereka para pegiat mancal bareng ini terlihat berkumpul di eks Gedung GNI, perempatan Ambulu  mulai pukul 0.6.30, lalu beramai-ramai berangkat memakai sepeda mereka masing-masing menuju lokasi halal bihalal berjarak sekitar 10 Km dan terlihat bergembira.

Menurut Joni Suroso, warga Perumahan Bumi Ambulu Permai sekaligus menjabat sebagai bendahara komunitas tersebut kepada Memo Pos mengatakan, total saat ini jumlah anggota Bima Ontelis berjumlah 80 orang dan sekitar 60 orang ikut acara halal bihalal di Jenggawah itu hingga acara berakhir.

"Hari ini Bima Ontelis kompak menghadiri halal bihalal di rumah Pak Tukiman, hal ini sesuai permintaan beliau ingin ketempatan.Acara ini penuh kesederhanaan, namun terjalin keakraban antar anggota,"tutur Joni tetap tampil sehat meski usia tidak mudah lagi.

Menurut lelaki tersebut, sepeda kuno milik anggota Bima Ontelis, rata-rata berusia puluhan tahun.Sepeda milik dia, buatan tahun 1947 merek Gazelle.Mengingat barang antik itu selalu dirawat, tidak heran jika masih enak dipandang dan sampai kapanpun tidak dijual karena memiliki kenangan sendiri.

Dari puluhan sepeda ontel tersebut, sebagian besar terlihat mengkilap seperti baru.Namun ada beberapa diantara sepeda itu, sengaja diberi aksesoris tambahan seperti pengeras suara.Hal ini agar saat ngengkol bareng, ada hiburan musik menambah suasana lebih meriah sepanjang jalan.

Sementara itu H.Robith Fauzi, bendahara Bima Ontelis, serta pengawas madarasah Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, pada kesempatan tersebut didaulat untuk memberikan tauziah atau siraman rohani terkait hikmah halal bihalal ditandai saling memaafkan untuk melebur kesalahan.

Ia memaparkan, makanan tradisional seperti kupat, lepet dan lontong bila dijabarkan memiliki filosofi kehidupan.Bahkan, tidak sedikit orang memahami hal tersebut, filosofi Jawa itu sangat selaras dengan ajaran agama Islam.Bila perlu, filosofi tersebut harus diterapkan dalam hidup sehari-hari.

"Kita tahu apa itu lepet, kupat dan lontong?, tapi pahamkah arti dibalik nama itu?.Nama-nama itu memiliki filosofi.Kupat berarti mengaku lepat atau salah.Lontong itu oloe wes kothong, atau tidak ada lagi kejelekan.Lepet bermakna lemah peteng, saat dikubur dalam tanah semua terasa gelap."ujar Robith.(*)


Reporter:Winardyasto HariKirono

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Headline 5376995924658868652

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

Danyonif 509/BY Kostrad

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item