Peningkatan Produktivitas Batik Dengan Penerapan Pengering Batik Terkontrol Otomatis Pada Rezti’s Batik Ambulu Jember
MEMOPOS.com,Jember - Kabupaten Jember sejak dulu dikenal sebagai daerah pertanian di Jawa Timur. Selain dikenal daerah pertanian di Jawa Timur Kabupaten Jember juga mempunyai potensi besar dalam bidang ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif yang sudah dikenal masyarakat secara umum adalah batik. Salah satu Wirausahawan batik dibKabupaten Jember diantaranya wirausahawan Batik dengan merk Rezti”e yang beralamat di Ambulu yang berdiri pada tahun 2012. Pemilik batik Rezti’e bernama Ibu Lestari Kusumawati dan Bapak Sugeng Supriyadi. Salah satu masalah dalam pengembangan Batik merk Rezti’e adalah pada musim hujan tidak bisa memproduksi batik secara maksimal untuk memenuhi pesanan konsumen menginggat curah hujan tinggi sehingga menghambat volume produksi. Melihat fenomena kendala dalam proses pembuatan batik pada musim penghujan maka tim dosen Politeknik Negeri Jember yang beranggotakan : Ibu Elly Antika, S.T, M.Kom, Ibu Dr Dewi Kurniawati, S.Sos,M.Si dan bapak Hariyono Rahmat, S.Pd,MT memberikan solusi dan membantu dalam mengatasi kendala yang dihadapi batik merk Rezti’e dengan transfer teknologi dengan inovasi teknologi pengeringan batik terkontrol otomatis, ujar Ibu Elly Antika selaku ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat tim Politeknik Negeri Jember.
Alat pengering terkontrol otomatis batik dirancang dengan alat otomatis yang dipasang diluar ruangan pengering untuk melakukan pengontrolan suhu ruangan yang telah dilapisi kertas alumunium foil pada dinding ruangan yang digunakan untuk proses pengeringan. Alat pengontrolan suhu terdapat pilihan suhu yang disesuikan dengan kebutuhan mitra dalam pengeringan batik, ujar bapak Hariyono, selaku tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat.
Inovasi alat terkontrol otomatis pengering batik sangat dampak signifikan pada produktivitas batik merk Rezti’e, Ujar ibu Dewi selaku tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Sebelum menggunakan alat pengering automasi dan terkontrol, merk batik resti’e mampu melakukan pengeringan batik cap setiap minggu 30 potong. Setelah menggunakan alat pengering batik automasi dan terkontrol mampu melakukan pengeringan batik cap sebanyak 65 potong per minggu.
Hal itu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan volume produksi batik cap dan secara signifikan berdampak pada produktivitas batik cap dengan alat inovasi pengering automasi dan terkontrol, Ujar Ibu Elly. Dengan peningkatan produktivitas batik berdampak pada peningkatan omset penjualan merk batik Rezti’e. Menginggat konsumen batik Rezti’e baik dari Kabupeten Jember dan sekitar tetapi juga mempunyai konsumen tingkat nasional. Merk batik ReZti’e telah mendapatkan penghargaan baik tingkat Kabupeten Jember dan tingkat nasional. Salah satu penghargaannya adalah mendapatkan Piagam Industri Hijau Tahun 2021 pada Level 4 yang disahkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 30 November 2021, ujar Ibu Elly.
