Anggota DPRD Terciduk Membeli Sabu
MEMOPOS.com,Mataram -!Sat Resnarkoba Polresta Mataram, berhasil membekuk pangedar beserta pengguna narkotika jenis sabu di salah satu tempat perkumpulan mereka, Rabu (31/11/12) sekitar pukul 18.00 Wita di wilayah bertais.
Terduga pengedar inisial AD (30) asal Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
Dan salah seorang oknum Anggota DPRD Lombok barat AM (36) asal Narmada, yang di ciduk datang untuk membeli sabu.
“Iya, kami amankan AM ini akan membeli sabu,” ucap Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Minggu (4/12/2022).
Berdasarkan informasi yang berhasil di dapatkan , AM masih aktif menjadi Anggota DPRD Lobar. Hal ini juga diakui oleh AM.
“Iya, saya masih aktif menjadi Anggota DPRD Lobar,” Jelasnya.
Pria 36 tahun asal Narmada, Lombok Barat ini mengaku mengonsumsi sabu dari beberapa bulan lalu. Saat ini, dirinya masih menjalani rehabilitasi di salah satu rumah sakit yang diajukan oleh pihak keluarga.
“Keluarga tahu kalau saya makai, makanya direhab secara mandiri. Karena mau berangkat haji tahun depan,” katanya.
Berdasarkan hasil tes urine terhadap AM, dinyatakan positif telah mengonsumsi narkoba. “Sudah kami tes urine dan hasilnya positif,” sebut Yogi.
Pada saat penggerebekan di tempatnya AD, ada 8 orang lainnya yang berhasil diamankan. Antara lain inisial ASA (36), HI (32), AB (26), KM (36) tahun, AR (20) asal Sandubaya, Kota Mataram. Kemudian ML (28) asal Lembar, Lombok Barat dan SH (26) asal Cakranegara, Kota Mataram.
“Mereka ini tidak tahu kalau AD sudah kami tangkap. Jadi, satu per satu mereka datang untuk membeli, ada yang akan beli Rp 100-200 ribu. Pada saat itu juga kami amankan,” jelasnya.
Selain para pembeli, polisi juga berhasil mengamankan salah satu peluncur inisial JT (28) asal Bertais. “JT ini adalah peluncur yang sering mengantarkan AD sabu, ketika memesan. Sehingga di satu TKP itu, ada 10 orang yang berhasil kami amankan,” katanya.
Dari penangkapan yang dilakukan itu, berat bruto sabu yang berhasil diamankan 5,40 gram, serta beberapa barang bukti lainnya.
Untuk saat ini AM dan terduga lainnya masih diamankan di Mapolresta Mataram untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.
(Grc)
