Bentrok PSHT VS Pagar Nusa: Kedua Pimpinan Sepakat Yang Bersalah Proses Hukum
MEMOPOS.com,Jember - Bentrok perguruan silat di duga dari PSHT dan Pagar Nusa kembali pecah di Wilayah Kecamatan Balung pada sabtu sore (17/4/2021) sekitar pukul 17.00 Wib.
Kejadian tersebut mengakibatkan salah satu anggota Pagar Nusa terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Hingga tadi malam (18/4/2021) situasi masih memanas, pasalnya kelompok pagar Nusa mendatangi kediaman ketua ranting PSHT Bangsalsari meminta untuk menyerahkan siswa yang melakukan kekerasan.
Ketua Pagar Nusa Kabupaten Jember Haji Fathorozi saat di hubungi melalui sambungan telephone mengatakan
Kejadian tadi malam adalah buntut peristiwa pada hari sabtu sore kemarin.
Gerakan yang dilakukan oleh adik-adik spontanitas tanpa di komando. "Saya luruskan bukan menggruduk, mereka minta kejadian yang melibatkan oknum PSHT ranting Bangsalsari menyerahkan diri dan di usut tuntas sesuai hukum yang berlaku,"jelasnya.
Lebih jauh Fathorozi mengatakan dari informasi di lapangan bahwa kejadian bermula saat 4 siswa Pagar Nusa ngabuburit, tiba-tiba berpapasan dengan oknum siswa PSHT.
"Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba oknum tersebut menghadang dan meminta salah satu teman yang menggunakan atribut Pagar Nusa untuk mencopot baju, karena tidak di turuti mereka langsung menyerang," katanya, senin siang (19/4/2021).
Terjadilah pertarungan tidak seimbang 4 orang lawan 20 orang. Mereka dipukul menggunakan benda keras dari arah depan dan sajam dari arah belakang.
"Akibat peristiwa itu 1 orang mengalami luka-luka dan 1 orang terpaksa di larikan ke RS Balung akibat mengalami luka serius dan hingga saat ini masih menjalani perawatan"urainya.
Kejadian itu sudah di laporkan ke Mapolres Jember agar di usut tuntas dan hukum harus di tegakan seadil-adilnya, tandas fathorozi.
Sementara ketua PSHT Kabupaten Jember Jono Wasinudin saat di hubungi melalui sambungan telephone mengatakan, sangat terkejut mendengar peristiwa kekerasan yang di duga dilakukan oleh oknum PSHT.
Terkait kejadian bentrok pada sabtu malam yang melibatkan anggotanya, Jono menjelaskan bahwa, terus terang kronologinya tidak tahu semua masih berproses penyelidikan di internal, jika benar ada anggotanya yang terlibat maka biarlah pihak berwajib yang menanganinya.
"Saya minta pada semua ranting PSHT untuk memantau anggotanya agar jangan terprovokasi yang membuat suasana semakin tidak kondusif, "terangnya.
Disinggung adanya ketua ranting PSHT Bangsalsari tadi malam di datangi kelompok Pagar Nusa, Jono Menjelaskan bahwa kedatangan mereka meminta pelaku kekerasan di serahkan.
"Kami berharap kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan menjadi cambuk bagi kita semua agar lebih bijak menyikapi permasalahan yang ada,"pungkasnya.
(Jok/ndik)
