Pelaku Korupsi Di Indonesia Belum Ada Yang Di Jatuhi Hukuman Mati

Dr.Haji Habiburrahman M.,Pd

MEMOPOS com,Mataram-Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat (Lobar) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr.Haji Habiburrahman,M.Pd,menyatakan Pelaku Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Indonesi sejak Reformasi hingga saat ini belum ada yang dijatuhi hukuman mati.

Demikian dikatakan Dr.Haji Habiburrahman,M.Pd, biasa dipanggil Dr.Habib ditemui wartawan disela-sela kesibukan di Kampus STID Lobar (8/4/19).

Dosen Senior ini menjelaskan KKN adalah perbuatan berbahaya bagi kelanjutan bangsa dan negara.

" KKN dapat merusak sendi- sendi tatanan kehidupan  ber masyarakat, hingga bermuara pada terpuruknya negara dalam jurang kemiskinan, kemelaratan dan kehancuran. jika tidak segera diatasi".

Bukan itu saja lanjut Anggota Badan Akreditasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud)
Ini, tetapi lebih jauh dari itu yaitu "dapat menyebabkan kerusakan moral dan akan menjadi beban yang tak terelakkan bagi generasi  mendatang".

Persoalan mendasar yang dihadapai bangsa ini bersama pemerintahan Jokowi dan JK  ungkap alumni S3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini adalah  " Krisis Multi Dimensi yang diwariskan secara turun temurun oleh rejim sebelum nya,baik krisis ekonomi, hukum,sosial,budaya,politik".

Dan yang paling parah kata Akumni S2 Universitas Negeri Surabaya (UNESA)  ini adalah
" Krisis moral jika diterjemah kan dalam suatu kepentingan rakyat, menjual hak-hak rak yat untuk kepentingan pribadi dan golongan sehingga terjadi korupsi, kolusi dan bepotisme atau disingkat (KKN) dan yang pantas adalah hukuman mati dan/atau setidak tidaknya hukuman seumur hidup" tegasnya.

Terlihat KPK, Kejaksaan, Kepolisian konsen membera ntas kurupsi.

Demikian pula masyarakat serta para pegiat anti korupsi termasuk akademisi dan tokoh tokoh masyarakat begitu gencarnya melawan dan menggaungkan anti korupsi tetapi  belum juga kapok para pelaku korupsi.

Buktinya para pejabat masuk bui" Anggota DPR, Bupati/ walikota, Gubernur, Menteri, Ketua MK,Kades,Kepala Dinas, Kasek dan lain lain disegala lini kekayaan nerara dikorupsi, bantuan untuk masyarakat juga dikorupsi misalnya antara lain, dana bantuan gempa untuk Masjid, dikorupsi, bahkan Alquran dikorupsi, tinggal Hadis yang belum".

Seandainya para pejabat itu tidak salah gunakan sejumlah dana tersebut, kemudian di salurkan untuk kesejahteraan rakyat dan untuk membangun disetiap desa dinegeri ini,
dapat di bayangkan jutaan rakyat akan sejahtera.

"Rakyat miskin berkurang, busung lapar dan gizi buruk Insya Allah tidak akan muncuk, jalanan di pedesaan diaspal, jangan hanya jalan tol yang dibanggakan, biaya pendidikan akan ringan, pertanian meningkat, BPJS akan lancar, segala urusan rakyat di permudah, penegakan supermasi hukum dilaksanakan Insya Allah Indonesia akan makmur tapi melihat situasi sekarang masih jauh dari panggang" imbuhnya. (Taqwa).
WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Politik 6359432432512977275

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

Danyonif 509/BY Kostrad

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item