Politisi Nasdem Dr.HM.Zulkifli Angkat Bicara Dukung Kemenkumham NTB
https://www.memopos.co.id/2019/02/politisi-nasdem-drhmzulkifli-angkat.html
MEMOPOS.com,NTB-Politisi Senior Nasdem Kota Mataram Dr.HM. Zulkifli,S.Pd.M.Pd. me nyatakan, tidak ada yang salah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum ham) Nusa Tenggara Barat (NTB) Gelar Pendidikan dan Latihan kepada warga Binaan.
Pendidikan dan Pelatihan,Kemandirian yang dibuka secara resmi Kakanwil Kemenkumham NTB.Drs.Andi Dahrif Hafied.M.Si selama 26 hari itu dinilai sangat positif dan sangat bermanfaat bagi peserta.
Demikian dikatakan Zul.Panggilan akrab Dr.HM.Zulkifli.S.Pd. M.Pd pada saat ditemui wartawan Memo Pos disela sela kesibukannya (23/2) di Mataram.
Dr.HM.Zulkifli,S.Pd. M.Pd menjelaskan Pen didikan dan pelatihan keterampilan kemandi rian meubelair/cukli bagi warga binaan Kemenkumham NTB bertempat di Balai Pe masyarakatan (Bapas) Mataram itu sudah tepat dan benar,"katanya
Dapat kita maklumi bersama bahwa bagi warga binaan yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan tentunya masih merasa minder dan bingung berada ditengah masyarakat.
Lebih lebih jika mantan warga binaan itu telah berada di tengah keluarga besarnya tentu mulai berfikir keras.
Misalnya pekerjaan apa yang bisa Ia laku kan setelah lepas dari penjara untuk membantu keluarga yang sudah lama ditinggalkan nya,"jelasnya
Ini menjadi dilematis. mau buka usaha sendiri tidak punya modal,"harapnya
Mau meminjam uang, orang belum percaya karena belum ada usaha/pekerjaan untuk mengembalikan pinjaman.
Mau buka lapangan pekerjaan sendiri tidak memiliki ke ahlian,"katanya
Warga masyarakat kadang-kadang masih sulit menerima kehadiran warga binaan alias mantan narapidana sehingga,terasa sulit bagi nya untuk mendapat kan pekerjaan yang layak,"terangnya
Di Indonesia ini lanjut Zul. masih sulit untuk mendapatkan lapangan pekejaan.
Jangankan warga binaan/mantan narapidana, warga negara yang tidak pernah di hukum penjara saja masih banyak yang menjadi pengangguran.
Akibat dari pihak peme rintah belum mampu menyiapkan lapangan pekerjaan baru dan kesempatan kerja.
Apalagi jika tidak punya keakhlian maka ber tambah sulitlah untuk mendapatkan pekerja an di Indonesia.
Jangan heran warga banyak menjadi TKI/TKW karena begitu sulitnya lapangan pekerjaan.
misalnya ada lapangan pekerjaan tetapi tidak sesuai dengan pendidi kan yang dimilikinya mantan warga binaan maka tetap saja sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan.
Fakta membuktikan jika ada pengumuman penerimaan pegawai bagi instansi pemerin tah maupun swasta ter masuk BUMN maupun Koperasi kerap menca ntumkan sejumlah persyaratan.
Misalnya salah satu persyaratannya adalah tidak pernah dihukum penjara. Bagaimana bisa kerja kata Zul dengan nada tanya
Satu satunya cara/solu sinya agar bisa menda patkan pekerjaan adalah harus memiliki ke akhlian,"cetusnya
Oleh sebab itu kita dukung Kakanwil Kemenkumham NTB yang telah memiliki pikiran briliyan dan telah memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada warga binaan untuk mengikuti pendidikan dan latihan keterampilan,kemandirian bagi warga binaan.
Dengan harapan jika warga binaan telah ber
akhir masa hukumannya maka mereka bisa bekerja sesuai keakhliannya itu.
Yang menarik adalah Kemenkumham NTB memberikan kebijakan kepada warga binaan, jika telah berakhir masa hukumannya tetapi masih mau bekerja di Balapas mataram diperboleh.
Tetapi jika warga binaan mau keluar dan berhenti bekerja di Balapas tidak dilarang untuk mencari pekerjaan ditempat lain.
Dengan demikian Kemenkumham NTB dibawah kepemimpinan Drs.Andi Dahrif Hafied,M.Si sebagai Kakanwil dan Dwi Nastiti,Bs.Ip SH.MH sebagai Kadiv Pemasyarakatan dan Sudirma n, Bc.Ip. SH.MH sebag ai Kepala Balapas Ma taram telah banyak memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara ini.
Salah satu buktinya adalah Institusi ini telah Membuka lapangan Pekerjaan dan Kesempatan Kerja kepada warga binaan (Taqwa)
Pendidikan dan Pelatihan,Kemandirian yang dibuka secara resmi Kakanwil Kemenkumham NTB.Drs.Andi Dahrif Hafied.M.Si selama 26 hari itu dinilai sangat positif dan sangat bermanfaat bagi peserta.
Demikian dikatakan Zul.Panggilan akrab Dr.HM.Zulkifli.S.Pd. M.Pd pada saat ditemui wartawan Memo Pos disela sela kesibukannya (23/2) di Mataram.
Dr.HM.Zulkifli,S.Pd. M.Pd menjelaskan Pen didikan dan pelatihan keterampilan kemandi rian meubelair/cukli bagi warga binaan Kemenkumham NTB bertempat di Balai Pe masyarakatan (Bapas) Mataram itu sudah tepat dan benar,"katanya
Dapat kita maklumi bersama bahwa bagi warga binaan yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan tentunya masih merasa minder dan bingung berada ditengah masyarakat.
Lebih lebih jika mantan warga binaan itu telah berada di tengah keluarga besarnya tentu mulai berfikir keras.
Misalnya pekerjaan apa yang bisa Ia laku kan setelah lepas dari penjara untuk membantu keluarga yang sudah lama ditinggalkan nya,"jelasnya
Ini menjadi dilematis. mau buka usaha sendiri tidak punya modal,"harapnya
Mau meminjam uang, orang belum percaya karena belum ada usaha/pekerjaan untuk mengembalikan pinjaman.
Mau buka lapangan pekerjaan sendiri tidak memiliki ke ahlian,"katanya
Warga masyarakat kadang-kadang masih sulit menerima kehadiran warga binaan alias mantan narapidana sehingga,terasa sulit bagi nya untuk mendapat kan pekerjaan yang layak,"terangnya
Di Indonesia ini lanjut Zul. masih sulit untuk mendapatkan lapangan pekejaan.
Jangankan warga binaan/mantan narapidana, warga negara yang tidak pernah di hukum penjara saja masih banyak yang menjadi pengangguran.
Akibat dari pihak peme rintah belum mampu menyiapkan lapangan pekerjaan baru dan kesempatan kerja.
Apalagi jika tidak punya keakhlian maka ber tambah sulitlah untuk mendapatkan pekerja an di Indonesia.
Jangan heran warga banyak menjadi TKI/TKW karena begitu sulitnya lapangan pekerjaan.
misalnya ada lapangan pekerjaan tetapi tidak sesuai dengan pendidi kan yang dimilikinya mantan warga binaan maka tetap saja sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan.
Fakta membuktikan jika ada pengumuman penerimaan pegawai bagi instansi pemerin tah maupun swasta ter masuk BUMN maupun Koperasi kerap menca ntumkan sejumlah persyaratan.
Misalnya salah satu persyaratannya adalah tidak pernah dihukum penjara. Bagaimana bisa kerja kata Zul dengan nada tanya
Satu satunya cara/solu sinya agar bisa menda patkan pekerjaan adalah harus memiliki ke akhlian,"cetusnya
Oleh sebab itu kita dukung Kakanwil Kemenkumham NTB yang telah memiliki pikiran briliyan dan telah memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada warga binaan untuk mengikuti pendidikan dan latihan keterampilan,kemandirian bagi warga binaan.
Dengan harapan jika warga binaan telah ber
akhir masa hukumannya maka mereka bisa bekerja sesuai keakhliannya itu.
Yang menarik adalah Kemenkumham NTB memberikan kebijakan kepada warga binaan, jika telah berakhir masa hukumannya tetapi masih mau bekerja di Balapas mataram diperboleh.
Tetapi jika warga binaan mau keluar dan berhenti bekerja di Balapas tidak dilarang untuk mencari pekerjaan ditempat lain.
Dengan demikian Kemenkumham NTB dibawah kepemimpinan Drs.Andi Dahrif Hafied,M.Si sebagai Kakanwil dan Dwi Nastiti,Bs.Ip SH.MH sebagai Kadiv Pemasyarakatan dan Sudirma n, Bc.Ip. SH.MH sebag ai Kepala Balapas Ma taram telah banyak memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara ini.
Salah satu buktinya adalah Institusi ini telah Membuka lapangan Pekerjaan dan Kesempatan Kerja kepada warga binaan (Taqwa)
