Bupati Dan Wakil Bupati Lepas Jalannya Karnaval
https://www.memopos.co.id/2019/01/bupati-dan-wakil-bupati-lepas-jalannya.html
MEMOPOS.com,Jember-Akhir tahun 2018 ini Kabupaten Jember meriah oleh Karnaval Pandhalungan. Sebanyak 64 defile berangkat dari Balai Serbaguna Kaliwates menuju Alun-alun Jember, Senin 31 Desember 2018.
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dan Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief berkesempatan melepas defile pertama. Pelepasan disaksikan Komandan Kodim 0824 Letkol. Inf. Arif Munawar serta perwakilan anggota Forkopimda lainnya.
Peserta defile karnaval adalah para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Jember serta masyarakat luas, Iring-iringan defile dengan berbagai busana daerah dan atraksi menghiasi jalanan yang menjadi rute karnaval sepanjang lebih kurang 3,5 kilometer. Berbagai kendaraan yang telah dihias juga menambah pesona karnaval.
“Karnaval Pandhalungan yang biasanya diselenggarakan bulan Agustus pada tahun ini diselenggarakan di hari tutup tahun,” ujar Bupati Jember Faida kepada wartawan. Senin (31/12) sore
Menurut orang nomor satu di Jember ini, karnaval digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Jember, sekaligus untuk refreshing. “Pejabat pemerintah menghibur masyarakat sekaligus melestarikan seni budaya,” imbuhnya.
Kedepan, kata bupati, Karnaval Pandhalungan akan dikemas lebih baik lagi, sehingga bisa menjadi salah satu festival yang diandalkan dari Kabupaten Jember.
Karnaval ini juga bertepatan dengan liburan anak sekolah. Karena itu, Karnaval Pandhalungan ini juga menyuguhkan karnaval anak sekolah.
Tidak hanya itu, karnaval juga menyuguhkan hasil pembangunan yang dipamerkan orang dewasa. Karnaval pelajar dan pembangunan menjadi satu keragaman tersendiri.
Sejatinya kita kuat karena beragam, sejatinya keberagaman itulah kekayaan negeri kita. Dan, Jember adalah kota keberagaman, dan Jember adalah miniatur Indonesia,” tutur bupati.
Para peserta karnaval cukup kreatif dalam menyajikan tontonan. Tidak hanya kostum daerah, mereka juga menyajikan kostum star wars. Ada pula yang menyuguhkan atraksi can macanan kaduk dan reog. Mereka juga menampilkan tarian tradisional dan modern.
Ada sekitar 64 defile yang menjadi peserta karnaval yang mengangkat tema “Jember Maju dalam Keberagaman” tersebut.
Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Dwi Santi Isnaini SH,MH pada Wartawan dalam meramaikan Karnaval akhir tahun 2018 ini, dengan menampilkan devile paksain ada Jawa dan Papua, selain itu mengajak para penghuni panti jumpo.
"Kami jauh sebelumnya telah merencanakan mengajak berkeliling 12 warga panti jumpo dengan menggunakan kereta kelinci, karena bertepatan berbarengan karnaval Pandhlungan sekalian mengajak ikut dalam rombongan, mereka juga manusia butuh hiburan sepertihalnya warga difabel lain."jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember.
Sementara salah satu warga jumpo, nenek Buati (80) lansia terlantar, yang mengikuti karnaval keliling menikmati ramainya suasana jalan raya, merupakan mendapatkan kebahagiaan tersendiri karena sudah lama tidak pernah keluar dari lingkungan Liponsos.
"Hampir tiga tahun saya bertempat tinggal di lingkungan Liponsos tidak lagi bebas keluar dari komplek, pada hari ini kami bersama rombongan sangat senang dan terhibur bisa menikmati suasana bebas diluar, apalagi ada karnaval, kami juga butuh hiburan meski hanya keliling saja.",pinta Buati.ndik
