Perlu Didukung Lintas Sèktor Agar Disabilitas Jadi Wirausaha Muda

Para peserta Forum Group Discussion (FGD) lintas sektor untuk mendukung disabilitas menjadi calon wirausaha handal, tampak sedang melakukan presentasi kelompok.

MEMOPOS.co.id,Jember - Kegiatan Forum Group Discussion (FGD), Selasa, 22 September 2026 bertempat di Aula Moch Sroedji, Bakorwil V Jawa Timur di Jalan Kalimantan 48 Jember berlangsung cukup menarik.FGD itu sendiri mengusung tema Sinergi Lintas Sèktor Membangun Dukungan Nyata bagi Wirausaha Muda Disabilitas Jember.

Narasumber di kegiatan itu, Sutopo sebagai Koordinator Kelompok Usaha Bisnis Inklusif (Kubik) dan Asrorul Mais, STP, MSI sebagai fasilitator diskusi, perwakilan difabel dari kecamatan Silo, Ledokombo dan Arjasa.Selain itu, hadir juga dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, disnaker serta balai latihan kerja (BLK), Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan termasuk Bapeda.

Menurut Mais, FGD itu diselenggarakan Tanoker Ledokombo, Perpenca Jember dan didukung Liliane Fonds serta NLR Indonesia.Dosen UNIPAR Jember tesebut menegaskan, Saat Ini disabilitas di Kabupaten Jember  menghadapi persoalan ekonomi serius Sehingga dibutuhkan sinergi lintas sektor untuk menolong mereka.

"Minat disabilitas Jember untuk menjadi wirausaha muda cukup tinggi, terbukti saat Kubik mengadakan pelatihan selalu diminati mereka, tentu ini sangat menggembirakan.Mereka memiliki kemauan mandiri sangat kuat, ingin sukses menjadi wirausaha Muda namun mereka terkendala permodalan."ucap Mais kepada Memo Pos.

Lebih menarik lagi dalam FGD tersebut terungkap pula, pemerintah Kabupaten Jember belum menjadikan prioritas penuh pembangunan daerah, terkait akses mata pencaharian penguatan ekonomi, karena itu masih menjadi persoalan mendasar bagi anak dan remaja disabilitas serta orang yang pernah menderita kusta (OYPMK).

Bahkan jika kita cermati, Perda Kabupaten Jember Nomor 7 tahun 2016, tentang perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas belum optimal diimplementasikan, sementara stigma sosial masih membatasi akses pendidikan, interaksi sosial dan masih membatasi akses kemandirian ekonomi mereka.

Sementara Itu Sutopo Koordinator Kubik menjelaskan, diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan non OPD seperti jasa keuangan, lembaga pelatihan bisa saling bersinergi untuk mempersiapkan remaja disabilitas mempersiapkan usaha sehingga mereka mampu mewujudkan mimpi menjadi wirausaha tangguh.

"Dari FGD ini kita ingin mengetahui apa saja bentuk dukungan dari berbagai lintas sektor.Juga ada presentasi, terdiri 3 kelompok kecil beranggotakan 6 hingga 7 orang dan mereka merumuskan permasalahan dari program tiap lembaga sekaligus mencari solusi.Perlu diketahui, dari data Dinas Sosial Kabupaten Jember tahun 20024, terdapat lebih dari 7000 jiwa penyandang disabilitas."ujar Sutopo.(*)


Reporter: Winardyasto HariKirono

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Headline 5601105440371592528

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

NAIL STUDIO

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item