Ratusan Juta Dana BUMDes Desa Kamal Diduga Diselewengkan
MEMOPOS.co.id,Jember - Dugaan Penggelapan dana BUMDes untuk Desa Kamal Bikin bertanya tanya masyarakat Kamal Kususnya wilayah Krajan.
Dana ratusan juta rupiah yang semestinya digunakan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa justru diduga kuat dijadikan bancakan oleh oknum aparat pemerintah desa, khususnya Kepala BUMDes Desa Kamal, Alih-alih meningkatkan ekonomi warga, anggaran tersebut malah disinyalir diselewengkan.
Ironisnya, ketika para jurnalis gencar menyoroti beberapa Tahunn Lalu dan memberitakan kasus ini, Kepala Desa. bersangkutan tidak lagi bisa dikonfirmasi. Sejumlah wartawan mengaku pesan mereka tidak pernah di balas.
salah Satu narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengecam keras sikap Kepala Desa yang lama dan Ketua BUMDes Kamal yang dinilainya pengecut dan tidak pantas menjadi aparatur pemerintah. Menurutnya, pejabat publik yang dibiayai uang rakyat melalui APBDes wajib terbuka dan siap diawasi.
Lanjut Warga Kamal Desa Kamal menambahkan, bila Kepala Desa bisa terbuka kepada Publik paling tidak kita di undang.
”justru menunjukkan ada yang disembunyikan. Itu pertanda tata kelola pemerintahan desa yang bobrok. Jika tidak siap dikritik, lebih baik mundur dari jabatan Mas,” ujarnya.
Yang lebih mencuat ketua BUMDes panggil saja yon sulit ditemui atau dikonfemasi ,menimbulkan pertanyaan keras terhadap masyarakat seolah olah tidak ada yang tau masalah BUMDes
Warga berharap kejelasan Dana BUMDes tahun 2025 segera muncul dan dana yang hilang bisa dipertanggungjawabkan.
Menanggapi berbagai dugaan tersebut, sejumlah warga sekitar berharap adanya pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat Kabupaten Jember untuk mengaudit pengelolaan keuangan desa, termasuk dana BUMDes.
Warga menekankan pentingnya penanganan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan desa.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pj Dwi Prasetyo tidak bisa menjelaskan anggaran 2025 karna dirinya baru jadi Pj di Kamal, "katanya
Kalau BUMDes 2026 saya bikin Ketahanan pangan mas, ", Ujarnya waktu di Hubungi lewat Telfon Selulernya.
Fakta bahwa sejumlah wartawan yang intens memberitakan kasus BUMDes ,semakin menguatkan dugaan bahwa sengaja membungkam pers dengan mengabaikan pesan tersebut.
Salah satu warga pun Bertanya tanya juga "saat ditanyakan wartawan mengenai Dana BUMDes " Ia mas katanya dana BUMDes itu dibelikan apa atau untuk apa kami tidak pernah tau.
Lanjut nara sumber yang gak mau disebut namanya kalau memang ada untuk masyarakat ya enak mas ?ini tidak ada dan salah satu desa sebelah seperti Arjasa ada bentuk fisik seperti pembangunan BUMDes di bikin Tempat wisata kolam renang sehingga warga Arjasa menikmati adanya Tempat wisata, " Pungkasnya
Kalau di Desa Kamal Sendiri Tidak ada yang tau , "Pungkasnya
(*)
