Soal Aspirasi Petani Tebu, Bupati Blora Kawal Serapan Panen dan Revitalisasi Pabrik GMM
https://www.memopos.co.id/2026/04/soal-aspirasi-petani-tebu-bupati-blora.html
BLORA - Bupati Blora Arief Rohman menerima audiensi perwakilan petani tebu di Rumah Dinas Bupati, Jumat (10/4/2026). Pertemuan ini digelar untuk memastikan hasil panen tebu di Blora dapat terserap maksimal, sekaligus mengawal proses revitalisasi Pabrik Gula (PG) GMM milik Perum Bulog.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Blora, Kasdim 0721/Blora, serta Kapolres Blora. Audiensi ini berlangsung hangat, meski sebelumnya para petani beberapa waktu lalu sempat menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Kabupaten Blora saat bupati sedang berada di luar kota untuk mengurus persoalan yang sama.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Arief Rohman membeberkan secara lengkap hasil perjalanannya ke Jakarta demi memperjuangkan nasib para petani tebu.
”Saya kemarin berkunjung ke Perum Bulog di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi para petani tebu di Blora. Kami memastikan tebu dari petani dapat terserap dengan baik dan revitalisasi Pabrik Gula GMM milik Bulog di Blora berjalan, mulai dari perbaikan mesin hingga pergantian atau penataan pengelola manajerial pabrik,” urai Arief.
Lebih lanjut, Arief memaparkan langkah konkret yang sudah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blora bersama Perum Bulog.
”Menyampaikan hasil pertemuan di Perum Bulog, kami telah menyerahkan surat dari kami dan petisi para petani. Kami diminta untuk bersama APTRI dan dinas terkait mendata tebu di Blora, ada berapa tebu yang siap panen berdasarkan data riil. Bulog menyampaikan akan membentuk tim terkait ini,” sambungnya.
”Kami juga meminta tuntutan terkait manajemen akan dipenuhi, tapi butuh waktu karena ada prosedural BUMN. Insyaallah Senin atau Selasa depan kami akan ke Bulog kembali untuk kelanjutan dari tuntutan para petani. Dan kemarin saya minta ke direksi Bulog untuk mengajak perwakilan petani,” tegas bupati.
Bupati Arief juga menjamin kesiapannya untuk mendampingi petani membawa masalah ini ke tingkat pusat.
”Kami siap untuk mengantar para petani jika ingin menyalurkan aspirasi secara langsung ke kementerian dan DPR RI. Tuntutan kita ya penyelamatan pabrik ini, kita kawal terus ini. Saya akan bersurat ke DPR RI dan Kementerian Pertanian untuk menjembatani teman-teman petani tebu menyampaikan aspirasi secara langsung.” ungkap Arief menutup penjelasannya.
Langkah cepat dan transparan dari Bupati Blora ini mendapat apresiasi dari perwakilan petani yang hadir. Sunoto, salah satu perwakilan petani tebu, menyampaikan rasa terima kasihnya.
”Terima kasih atas jerih payah dan usahanya dalam menyampaikan aspirasi para petani. Perjuangan ini sudah diupayakan sejak 2025 oleh Pak Bupati dan Bu Wabup. Pesan saya, jangan sampai para petani tebu mudah terhasut dan dialihkan, serta perjuangan ini jadi sia-sia,” ujar Sunoto.
Hal senada diungkapkan oleh Darmawan. Pihaknya memaklumi ketidakhadiran bupati saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.
”Kami sangat berterima kasih sudah diterima di sini, walaupun beberapa waktu di depan pendopo kami mengadakan aksi demonstrasi. Kami memaklumi Pak Bupati tidak bisa menemui kami karena sedang di Jakarta. Intinya kami berterima kasih dan mengapresiasi Pak Bupati bolak-balik ke Jakarta, dan kami memohon maaf. Untuk jangka panjang, perbaikan pabrik tetap kami kawal. Untuk jangka pendek, yang terpenting tebu dari petani terserap, dan untuk ini kami minta pengawalan,” kata Darmawan.
Sementara itu, perwakilan petani lainnya, Nur Amin, menaruh harapan besar agar Pemkab terus mendampingi petani.
”Sebagai orang tua kami, tolong Pak, Pabrik GMM diselamatkan. Walaupun di tahun ini belum langsung beroperasi optimal, minimal ada kepastian perbaikan. Supaya para petani sudah bisa ayem (tenang). Intinya kami minta tolong ke Pak Bupati, agar ekonomi petani membaik,” pungkasnya.
(Ardyfahril)
