Gus Fawait Tegaskan Efesiensi Bukan Berarti Hapus Program Rakyat
Gus Fawait bupati Jember menegaskan, menerapkan efiensi bukan berarti menghapus program untuk rakyat seperti Bunga Desaku.
MEMOPOS.vo.id,Jember - Meski sempat hujan deras Selasa (6-42026), namun pelaksanaan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Mumbulsari tetap berlangsung dan dihadiri ribuan warga setempat, seperti terlihat di Desa Lampeji untuk bisa bertemu Gus Muhammad Fait, SE, MSc.
Saat berada di Desa Lampeji, Gus Fawait panggilan akrab bupati Jember itu kembali menegaskan, walau pemerintah pusat menghimbau pemerintah daerah untuk melakukan efiensi anggaran, namun program tersebut tetap dijalankan karena Bunga Desaku program pro rakyat.
"Anjuran pemerintah pusat untuk menerapkan efisiensi tetap dilakukan Pemkab Jember, namun bukan berarti menghapus atau menghilangkan program rakyat seperti Bunga Desaku ini.Melalui program ini, terjalin hubungan kedekatan antara pemerintah daerah dan rakyat."ucap Gus Fawait.
Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, Pemkab Jember mengoptimalkan penghematan BBM saat ada kegiatan Bunga Desaku.Terbukti, Gus Fawait, berangkat satu kendaraan bareng organisasi perangkat daerah (OPD).Bukan berarti lantas tiap OPD bawa mobil sendiri-sendiri.
"Perlu diketahui selama ini Pemkab Jember selalu memakai mobil irit BBM, saat ada kegiatan di luar tetap efesiensi BBM seperti ini bupati tidak berangkat menggunakan mobil dinas, namun mengajak OPD naik dalam satu mobil,"imbuh Gus Fawait, bupati termuda dalam sejarah Jember.
Menurut penilaian Gus Fawait, orang desa memiliki hak sama seperti warga perkotaan dalam hal pelayanan publik.Seperti pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan Universal Health Coverage (UHC), termasuk pembagian sembako serta pasar murah.
Selain itu, kata Gus Fawait, dibalik pelaksanaan Bunga Desaku juga bisa menekan inflasi, karena warga desa memperoleh bantuan sembako serta membeli kebutuhan dapur harga murah.Selain itu, program tersebut untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi tidak saja di kota termasuk di desa.(*)
Reporter:Winardyasto HariKirono
