Murid Sekolah Dasar Dikenalkan Kembali Permainanan Tradisional

Tampak murid SDN Sumbersari 02 Jember mencoba permainan tradisional lompat tali, saat Dinas Sosial dan P3A berada di sekolah itu mengenalkan kembali permainan tradisional

MEMOPOS.co.id,Jember - Permainan tradisional saat ini semakin terpinggirkan, akibat kecanggihan teknologi.Bahkan anak jarang sekarang tidak lagi melakukan aktifitas permainan tradisional seperti puluhan tahun lalu dan sangat digemari anak-anak usia sekolah.

Ketika zaman telah berubah, anak-anak lebih tertarik gadget, ketimbang permainan tradisional.Praktis permainan itu kini semakin sulit dijumpai, karena dianggap tidak lagi menarik.Melihat kondisi seperti ini, Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Jember tidak tinggal diam.

Di awal tahun 2026 dinas itu memiliki program Pewarna (Petualangan Warisan Nusantara), mengenalkan kembali permainan tradisional kepada murid sekolah dasar (SD).Dinas tersebut datang ke sekolah, membawa piranti permainan tersebut.

"Melalui Pewarna ini  mengingatkan kembali kepada anak-anak, negeri ini memiliki permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, egrang, lompat tali dan kelereng."ucap Sugeng Riyadi, Kabid Perlindungan Anak (PA), Dinas Sosial dan P3A.

Menurut Sugeng, program ini baru ada di tahun 2026, seiring peleburan DP3AKB ke dinas sosial.Di awal tahun, bidang PA menjadwalkan kunjungan di dua belas SD baik negeri dan swasta di kawasan kota dan disambut antusias pihak sekolah termasuk murid.

Di hari terakhir program itu, Jum'at 23 Januari 2026, dinas tersebut melibatkan Forum Anak Jember (FAJ) beranggotakan 37 orang melakukan sosialisasi terkait permainan tradisional ke SDN Sumbersari 02, beralamatkan di Jalan Kaliurang, Kecamatan Sumbersari.

Di halaman sekolah dipenuhi pohon rindang tersebut, FAJ mulai menggelar permainan itu.Dari pengamatan Memo Pos, tidak sedikit murid kelas 5 dan 6 itu kesulitan untuk memulai permainan tersebut.Sehingga anggota FAJ memberitahu cara bermain kepada mereka.

Hal itu dibenarkan Miyas Septi Adi Asri, SPd, Plt Kepala SD Negeri Sumbersari 02 Jember, mengingat anak didik sekolah tersebut belum atau sama sekali tidak mengetahui permainan tradisional tersebut dan itu harap dimaklumi bahkan merasa merasa terheran-heran.

"Sebagai kepala sekolah jelas sangat mendukung sekali kedatangan Dinas Sosial dan P3A kemari, ini adalah itikad baik untuk mengingatkan anak Indonesia termasuk di Jember, ada aneka ragam permainan tradisional jangan sampai punah."terang perempuan itu.

Perlu diketahui, program Pewarna itu sendiri berlangsung dari tanggal 12 Januari 2026 lalu.Dinas Sosial dan P3A mendatangi sekolah, hal menarik murid-murid berebut untuk mencoba permainan tersebut sehingga menambah keseruan acara selama sekitar dua jam itu.

Sementara itu, Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto, Ketua Umum FAJ 2025-2027, kini bersekolah di SMA Negeri 2 Jember menegaskan, tidak sedikit pelajar seusia dia juga tidak begitu mengetahui permainan tradisional itu dan baru paham melalui mèdia sosial (medsos).

"Ini dikarenakan saat permainan tersebut populer, aku belum lahir.Ketika dinas memiliki program Pewarna, FAJ merasa senang dan ikut terpanggil untuk mengajak adik-adik pelajar SD mencintai sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional Ini "jelas Mahsa.(*)


Reporter:

Winardyasto HariKirono

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Pendidikan 6934653717749291445

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

SEKRETARIAT DPRD BLORA MENGUCAPKAN SELAMAT JARI JADI KABUPATEN BLORA KE - 276

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item