Studitiru Pemdes Sekecamatan Tunjungan di Bantul Jogyakarta
https://www.memopos.co.id/2025/11/studitiru-pemdes-sekecamatan-tunjungan_29.html
Blora. Memopos.Kepala Desa /Perangkat Desa sekecamatan Tunjungan menyelenggarakan Studitiru/Bimtek bertempat di Kalurahan Srimulyo Bantul Jogyakarta pada Jumat (28/11/25) .
Acara tersebut dihadiri oleh Forkopincam Tunjungan .Camat Tunjungan, Kapolsek Tunjungan , Kepala Desa Se kecamatan Tunjungan, serta para Perangkat Desa Se Kecamatan Tunjungan.
Dalam sambutannya, Camat Tunjungan LUSIANA, SE, MM berterimakasih kepada desa Srimulyo sudah menyambut kunjungan kami dengan baik dan juga katanya Kalurahan Srimulyo ini terkenal dengan pengelolaan digital dan pelayanan masyarakat yang baik dan banyak penghargaan, kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Belajar Memperkuat dalam Pemerintahan Desa, dalam menjalankan transparansi pelayanan publik sekaligus meningkatkan pelayanan kualitas tata kelola informasi yang selama ini masih banyak kekurangan dan intropeksi diri dari yang kurang baik ini dan ingin belajar dari desa srimulyo bagaimana cara pengelolaan desa dengan baik.ucapnya
Nurjayanto, S.T , dari Plt Kalurahan Srimulyo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu prioritas dalam penguatan tata kelola pemerintahan, terlebih Kalurahan Srimulyo Tengah ini juga berupaya memperkuat pencapaian sebagai badan publik informatif di tingkat kabupaten.
Nurjayanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan Studi Tiru tetapi Sinau bareng agar lebih terdengar bersahabat dengan Keistimewaan reformasi Kalurahan Srimulyo, yang secara khusus digunakan untuk mendukung peningkatan layanan publik. “
Kegiatan ini adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik ditahun sebelumnya.
Kelurahan Srimulyo sudah meraih nilai 95 di tingkat Kabupaten Bantul, dan kami berharap melalui sinau bareng ini, kualitas layanan informasi publik dapat meningkat lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPS Kabupaten Bantul dipilih sebagai untuk narasumber karena prestasinya yang menonjol.
“BPS menjadi badan publik dengan nilai tertinggi di Kabupaten Bantul yaitu 98. Tentu ini menjadi motivasi bagi Pemdes Se - Kecamatan Tunjungan untuk belajar dan meniru praktik terbaik mereka agar ke depan Desa Se- Kecamatan Tunjungan bisa menyusul dengan nilai terbaik,” lanjutnya.
Hal tersebut disambut baik oleh para peserta, mengingat kebutuhan tata kelola informasi yang transparan dan cepat semakin penting bagi masyarakat,
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Best Practice dari BPS Kabupaten Bantul mengenai bagaimana mewujudkan badan publik yang memiliki layanan informasi prima, Untuk menguraikan langkah-langkah strategis BPS dalam mengelola informasi publik secara profesional, responsif, dan berbasis data. Mereka memaparkan bagaimana BPS menerapkan standar layanan informasi, membangun kanal pelayanan yang ramah pengguna, hingga memastikan seluruh permohonan informasi ditindak lanjuti sesuai ketentuan. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah strategi internal BPS dalam memperkuat budaya transparansi melalui edukasi rutin bagi pegawai dan optimalisasi media informasi,yang terpenting adalah bagaimana masyarakat merasa mudah mengakses informasi dan mendapatkan pelayanan yang cepat serta akurat,” ungkapnya.
Ahmad Hanapi Kasi Pemerintahan Kecamatan Tunjungan menambahkan, “Keterbukaan informasi harus dijalankan secara konsisten. Tidak cukup hanya saat penilaian, tetapi menjadi budaya pelayanan setiap hari.”
Melalui Sinau bareng ini, para perangkat Desa harus mendapatkan pengetahuan baru terkait tata kelola informasi publik yang efektif, profesional, dan sesuai standar pelayanan nasional dan dilakukan praktek yang nyata dan diadakan belajar praktek langsung. Kegiatan berlangsung dengan interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias para peserta."ujarnya
Penutupan acara Siswadi Kepala Desa Sambongrejo juga selaku Ketua Praja Desa berharap sinau bareng ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan informasi, serta memperkuat kemajuan desa sebagai desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Tutupnya.

