Oknum Aparat Desa Rejoagung Lakukan Pungutan Program Listrik Gratis Terhadap Warganya
MEMOPOS.com,Banyuwangi - Diduga Pungut Program Listrik Gratis, Aparatur Dusun Sumbergronto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabuptaen BanyuwangiJadi keluhan dan Sorotan Warga.
Menurut keterangan nara sumber sekaligus di duga korban, yakni inisial RR yang beralamat di Dusun Sumbergronto, Desa Rejoagung dan beberapa warga lainnya mengeluhkan, untuk aparatur desa yang meminta uang, yang juga menjadi saksi transaksi antara RR dengan aparatur desa , bahwa sebelumnya ada program pemasangan listrik gratis yang dilaksanakan oleh PLN yang saat bekerjasama dengan salah satu pihak desa sebagai koordinator program.
Sangat disayangkan, karena program bantuan pemasangan listrik yang seharusnya gratis atau cuma-cuma kepada masyarakat tersebut, dalam praktiknya malah meminta atau memungut biaya dari masyarakat, dimana setiap Kepala Keluarga diduga dipungut biaya sebesar Rp 500.000,- hingga Rp 300.000, ribu untuk biaya pemasangan listrik.
Hal ini pada akhirnya menimbulkan pertanyaan dan memunculkan keluhan masyarakat warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi.
Pihak desa yang diwakili oleh Kepala Dusun dalam hal ini tetap meminta dana sebesar Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah) kepada setiap Kepala Keluarga sebagai biaya wajib untuk pemasangan listrik.
Jika program pemasangan listrik tersebut adalah program bantuan yang bersifat gratis atau tidak dipungut biaya , mengapa warga atau masyarakat harus membayar untuk mendapatkan bantuan tersebut,
Hal ini bukan saja menjadi persoalan terkait transparansi penggunaan dana tersebut, tapi juga menimbulkan kesulitan tersendiri, terutama bagi warga yang diduga dipaksa untuk membayar di tengah kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.
RR selaku seorang ibu parubaya yang saat itu anakknya kebetulan masuk rumah sakit kepada awak media mengatakan, terindikasi ada pemaksaan membayar sejumlah uang untuk program pemasangan listrik gratis, kami kaget yang awalnya program pemasangan gratis ketika rumah kami di dodol oleh pihak PLN seketika Kepala Dusun kami meminta pungutan sejumlah uang tidak berkwitansi yang awalnya Rp 550.000 dikurang Rp. Rp 50,000 jadi kami wajib membayar 500 ribu, “katanya,
“Untuk itu, warga Desa Rejoagung , Kecamatan Srono, Banyuwangi, berharap adanya penjelasan atas hal tersebut, agar bisa dipahami oleh seluruh warga, serta meminta transparansi penggunaan dana yang telah dikumpulkan dari warga, untuk menghindari adanya dugaan-dugaan penyelewangan dana yang timbul terkait program,” terang RR pada salah satu LSM yang sempat merekamnya saat itu.
RR juga menyampaikan ke awak media sendiri dalam hal ini telah mengkorfimasi salah satu Kepala Dusun yang ada di Desa Rejoagung akan tetapi jawabanya justru tidak tahu menahu bahkan melimpahkan hal ini untuk menghubungi Kepala Desa Rejoagung saja, ” Ujarnya ,
Kepala Dusun Sumbergronto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono Bapak Nandi ketika dihubungi awak media mengatakan, membenarkan adanya tarikan sejumlah uang ke beberapa warga, bahwa dirinya hanya melakukan perintah dari desa mas, jika ingin mengetahui lebih jelasnya awak media langsung komonikasi dengan Kades Sonaji saja mas,” kata Kepala Dusun,
Ditempat terpisah Kepala PLN Kecamatan Muncar Bapak Kari ketika kami hubungi melalui saluran WhatShaap mengatakan, bahwa pihak PLN membenarkan kalau sebulan yang lalu memang ada pemasangan Listrik Gratis yang ada di Desa Rejoagung, akan tetapi dari PLN tidak ada yang memungut biaya sepeserpun, “katanya,
“Dusun mana saja yang menerima bantuan tersebut kami lupa mas dan harus membuka pembukuan jadwal pemasangan Listrik di kantor PLN Kecamatan terlebih dahulu dan saat ini kami masih ada perjalanan kalau memang ada waktu monggo jenegan datang kekantor kami saja biar kami bisa tunjukan berapa dan warga mana saja yang mendapatkan program Pemasangan Listrik gratis yang ada di Desa Rejogaung, ” terang Kepala PLN Kecamatan Muncar,
Sementara, Sonaji , selaku Kades Rejoagung , Kecamatan Srono, dikonfirmasi , Sabtu (10/12/2022), dipertanyakan terkait persoalan tersebut mengatakan,
Program e gratis,kui mung sumbangan sifat e suka rela,podo karo kades ambi pemuda,masyarakat,urunan nguruk jalan rusak,urunan kegiatan lingkungan,” terang Kades.(Im)
