Tempe Jagung Homini, Pangan Sehat di Era Pandemi Akhir

Tampak Masyarakat

MEMOPOS.com,Jember - Akhir ini, masyarakat menengah ke bawah dihadapkan dengan kenyataan yang sulit. Selepas harga BBM naik dan diimbangi juga oleh kenaikan harga pangan pokok, produk tempe yang merupakan pangan lokal masyarakat dan satu –satunya pangan yang diandalkan sebagai sumber protein, juga mengalami kenaikan harga secara drastis. Adapun kenaikan harga tersebut dipicu oleh kelangkaan kedelai import di pasaran. “Saat ini harga kedelai impor bahkan tembus 13rb per kg, mas” ujar Slamet (43 tahun), pengrajin tempe di daerah Jenggawah Utara. “Karena stok juga menipis”. imbuhnya

Alternatif penggunaan bahan non kedelai, semisal jagung sebagai pengganti kedelai juga pernah dilakukan sebagian pengrajin tempe, demi upaya mengurangi harga produksi. Namun ternyata, ragi rakyat yang biasanya digunakan untuk bahan berprotein, tidak mampu merombakkarbohidrat jagung. Akibatnya, tempe campuran jagung yang dihasilkan tidak bertahan lama, hingga menyebabkan kerugian di tingkat pengrajin tempe, disamping masyarakat mengeluh, tempe yang dicampur dengan jagung dirasakan kurang “matang” (akibat proses fermentasi yang tidak sempurna).

Dr. Yossi Wibisono, S.TP, MP staf dosen dari Jurusan Teknologi Pertanian telah menginisiasi pembuatan metode tempe baru dengan menggunakan ragi yang dicampur dengan L. plantarum. 

“Bakteri tersebut diinduksi untuk menghasilkan asam laktat dan plantarisin, dimana pH yang rendah dan antimikroba tersebut akan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk serta mengoptimalkan pertumbuhan jamur, sehingga tempe akan lebih panjang” jelasnya. Lebih lanjut Yossi, demikian biasanya dipanggil, menjelaskan bahwa dengan semakin panjang umur simpan tempe maka proses peragian akan berjalan jauh lebih baik dan ditandai dengan pembentukan protein yang lebih tinggi 23% serta genistein 11%.

Produksi tempe jagung dilakukan di PP Al Ishlah Jenggawah, bahkan menggunakan air rendaman dari whey tahu yang oleh sebagian warga dianggap limbah. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pengabdian Polije yang dilaksanakan dengan dana DRPM. “Kami sangat bersyukur karena Poltek telah membantu usaha pondok dan santri – santri memiliki bekal ketrampilan” ujar Mui’n Sirodj, Pengasuh PP Al Ishlah. Hingga kini usaha tersebut berjalan dengan cukup baik dan pemasaran dilakukan di sekitar pondok serta dikonsumsi oleh internal pondok. “Harapan kami, produk tempe jagung metode baru ini akan dapat dipasarkan secara luas dan menjadi produk unggulan desa” tutup Mu’in Sirojd mengakhiri penjelasannya. 

Yossi Wibisono

Dosen Jurusan Teknologi Pertanian

Politeknik Negeri Jember

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Opini 7548038788665125713

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

Danyonif 509/BY Kostrad

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item