Beras Tiruan (Betis) Polije, Beras dari Bahan Lokal Yang Murah dan Menyehatkan
MEMOPOS.com,Jember - Pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih belum bisa lepas dari nasi putih, meskipun telah diketahui indeks glikemiknya tergolong tinggi, setidaknya sekitar 73 -
75. Kondisi tersebut dengan diirngi serat yang minim menyebabkan Indonesia saat ini masuk dalam lima besar negara yang tertinggi angka penderita diabetes. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat penderita diabetes tidak hanya dialami oleh masyarakat golongan usia tua, namun juga tidak jarang dialami oleh kaum muda produtif
Salah satu solusi dan terobosan yang dilakukan adalah dengan alternatif beras yang terbuat dari jagung dan bahan lokal yang selalu tersedia dalam jumlah melimpah, selain terjangkau dan memiliki kandungan serat dan senyawa penting yang dibutuhkan tubuh, juga proses pemasakannya sama dengan nasi pada umumnya. Beras tersebut dihasilkan oleh Politeknik Negeri Jember atas dasar riset yang dilakukan selama beberapa tahun oleh tim yang diketuai Dr. Yossi Wibisono, S.TP, MP (Dosen
Teknologi Rekayasa Pangan – Politeknik Negeri Jember), dengan formulasi tertentu yang berasal dari jagung serta mocaf yang difermentasi dengan bakteri hasil disertasinya yang masih dalam proses pengajuan draft patennya. “Dengan proses pemasakan yang sama dengan nasi pada umumnya, masyarakat tidak akan merasa nasi tersebut adalah nasi dari betis (beras tiruan). Kenyal dan tidak lembek” ujar Yossi.
Tim riset Polije telah menghasilkan alat ekstruder ulir tunggal yang memang sesuai untuk proses produksi beras tiruan dan ke depan produk akan dipasarkan secara komersial dibawah Tefa yang tersedia di Politeknik Negeri Jember, selepas memiliki perijinan.
“Harapannya, kebijakan one day no rice di Kabupaten Jember akan terwujud dan digantikan dengan penggunaan nasi dari betis yang selain murah, enak, juga menyehatkan” imbuh Yossi. Adapun hasil mutu produk dan bahkan berikut pengujian ke hewan uji telah dilakukan dan memberikan hasil berupa penurunan kholesterol sebesar 13%.
Awal tahun 2023, diharapkan, melalui inisiasi pendanaan dari PNBP Polije, produk Betis Polije sudah dapat ditemukan di toko atau pasar komersial setempat sebagai produk unggulan Polije dan produk unggulan dari Kabupaten Jember.
Yossi Wibisono
Dosen Teknologi Rekayasa Pangan
Politeknik Negeri Jember
