Sopir Dan Kernet Angkutan Umum Di Test Urine Polresta
MEMOPOS.com,Banyuwangi - Sebagaimana dipetik dari sumber informasi kesehatan, dalam urine terkandung ratusan limbah tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, berdasarkan cairan urine tersebut akan diperoleh, informasi mengenai apa yang Anda konsumsi, seberapa banyak Anda berolahraga, serta seberapa baik ginjal Anda bekerja dapat diketahui.
Urine manusia dapat memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi di dalam tubuh. Misalnya, urine berwarna pekat bisa menjadi tanda dehidrasi, urine yang terlihat keruh menunjukkan infeksi, atau urine yang berbau manis bisa menjadi tanda diabetes.
Sebagaimana penjelasan dalam situs healthline.com, tes urine bisa digunakan untuk mendeteksi beberapa penyakit tertentu, yang terkait dengan paru-paru, ginjal, saluran kemih, kulit, diabetes, dan kandung kemih. Sebab, apabila salah satu dari organ tubuh tersebut mengalami masalah, ia akan mempengaruhi penampilan, konsentrasi, dan kandungan urine seseorang.
Sehubungan dengan pengamanan para pengguna lalulintas, khususnya pada momen arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022, Polresta Banyuwangi melakukan pemeriksaan test urine kepada sopir dan kernet angkutan umum di Termial Brawijaya Banyuwangi, Jumat (29-04-2022).
Bersama personel Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi, puluhan sopir dan kernet menjalani pemeriksaan. Setidaknya ada 50 orang lebih sopir dan kernet diperiksa. Beruntung hasilnya seluruhnya negatif.
Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatnarkoba, Kompol Rudy Prabowo mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada kendaraan angkutan umum. Sebagai bentuk antisipasi adanya sopir yang memang mengalami gangguan kesehatan atau yang lainnya dan ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk antisipasi peredaran narkotika kepada sopir dan kernet angkutan umum,” katanya.
Kegiatan tes urine tersebut, jelas Rudy, menyasar sopir dan kernet angkutan umum. Dikarenakan, mereka yang berperan penting dalam mengangkut dan membawa penumpang mudik. “Selama mudik lebaran ini, kita juga ingin memastikan seluruh sopir dalam kondisi sehat dan tidak terpengaruh narkoba,” terangnya.
Hasil pemeriksaan puluhan sopir dan kernet yang dilakukan tes urine itu, jelas Rudy, semuanya negatif. Jika memang ada yang terbukti positif menggunakan Narkoba, maka anggota langsung serahkan ke Sat Narkoba. “Semua negatif, jadi dipastikan semua aman dalam mengendarai angkutan umum,” terangnya.
Rudy berharap para supir dan kernet yang memiliki peran sangat penting tersebut, tidak menyalahgunakan narkoba. Agar, saat bertugas mereka tetap dalam kondisi sadar dan ini juga upaya menekan angka kecelakaan di Banyuwangi. “Kegiatan ini akan terus di lakukan oleh petugas hingga tahun depan,” jelasnya.(Nur/Eko)
