Berniat Mau Bekerja Ke Luar Negeri Malah Ditelantarkan PL TKI
MEMOPOS.com,Banyuwangi - APN (21), ibu muda asal Dusun Sembon Dongagung, Desa Samberejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi menjadi korban penipuan agen penyalur Tenaga Kerja Ilegal (TKI) abal-abal. Dirinya sempat terlantar di Batam Riau.
"Saya bersama teman - temanya berada di Kantor Polisi Batam Riau. Awalnya dijanjikan kerja di Singapura kok malah diantar ke Malasyia, dan anehnya begitu sampai di Bandara sudah ada Polisi yang membawa kami ke kantornya lalu saya bersama teman - senasip dipulangkan," kata APN saat dihubungi wartawan, Rabu (22/2/2022).
Dari Suryanto Adi Arga itu lah, APN ditawari untuk bekerja sebagai TKI. Setelah berbincang lama, dirinya pun tanpa berpikir panjang langsung mengiyakan tawaran Suryanto bersama istrinya.
Hal itu karena dirinya membutuhkan pekerjaan untuk memperbaiki ekonomi bersama suami dan menghidupi anaknya yang masih kecil.
"Awalnya saya gak curiga sama sekali sama Pak Suryanto dan istrinya karena mereka berdua masih tetangga sendiri,makanya saya percaya saja mas, " aku APN.
"Saya dirayu, katanya prosesnya cepet langsung dapat majikan. Makanya saya mau nerima tawaran itu," timpalnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, bahwa dirinya sendiri tiba di Batam. Saat tiba, dirinya pun langsung ditangkap Polisi Bandara.
Selama di Batam,APN pun mengaku dibawa ke kantor Polisi Hingga APN dipulangkan oleh petugas dan mirisnya lagi APN dituntut agar mencarikan uang untuk mengganti berkas biodatanya bahkan mirisnya lagi Suryanto dan istri mengancam bila APN jangan melaporkan perihal dirinya.
Kini, APN berharap supaya semua berkas dan pasportnya Pak Sur mengembalikanya.Namun, ia mengaku bingung bagaimana cara untuk mengambil biodata,karena setiap bertanya kepada yang bersangkutan jawabnya suruh menebus dan dirinya terancam jiwanya.(Im)