Pembuatan Bubuk Kopi Dengan Berbagai Tingkatan Roasting Pada Kopi Robusta dan Arabika
Oleh :
Hatmiyarni Tri Handayani, S.TP., M.Sc & Eva Rosdiana, S.P., M.P Dosen Prodi D4 Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Jember
MEMOPOS.com,Jember - Tim Dosen Program Studi D4 Pengelolaan Perkebunan Kopi telah melakukan inovasi produk dari biji kopi, baik itu kopi Robusta dan Arabika yang dijadikan bubuk kopi dengan berbagai tingkatan roasting (sangrai) untuk meningkatkan nilai jual. Dengan adanya varian roasting pada biji kopi ini, dapat mengetahui kualitas dan citarasa dari bubuk kopi baik itu Robusta dan Arabika.11/1/22
Produk kopi bubuk ini merupakan produk kopi yang didapatkan dari biji kopi yang disangrai, kemudian dilakukan grinding atau penghalusan dengan atau tanpa penambahan bahan lainnya dalam kadar tertentu tanpa mengurangi rasa dan aromanya.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan kopi bubuk dengan kualitas yang baik adalah dimulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas serta jenis kopi yang dipilih. Selain itu setiap proses di dalamnya dari biji kopi sampai dengan menjadi produk akhir berupa kopi bubuk, pastinya akan berpengaruh terhadap kualitas kopi bubuk yang dihasilkan.
Hatmiyarni selaku ketua pengabdian mengatakan bahwa pada produk unggulan kami yang berupa kopi bubuk, mempunyai proses/ tahapan yang dilakukan mulai persiapan bahan baku yang sudah bahas diatas, lalu dilanjutkan dengan proses dihilir yaitu penyangraian/ roasting, grinding (penggilingan) sampai pengemasan menjadi faktor-faktor yang harus diperhatikan karena menentukan kualitas kopi bubuk yang dihasilkan.
Tahapan dalam Proses produksi kopi bubuk baik itu Robusta dan Arabika adalah sebagai berikut : (1) Pemanenan; (2) Sortasi kopi cherry; (3) Pengupasan kopi cherry; (4) Fermentasi kopi cherry; (5) Pencucian; (6) Pengeringan; (7) Grading green bean; (8) Penentuan Densitas Kamba. Densitas Kamba menentukan tingkat roasting. Densitas
Kamba < 650 gram/liter dengan suhu roasting 150-180/190ºC = menandakan tingkat roasting light, Densitas Kamba 651-700 gram/liter dengan suhu roasting 160-185/195ºC = menandakan tingkat roasting medium, Densitas Kamba 701-750 gram/liter dengan suhu roasting 170-190/205ºC = menandakan tingkat roasting dark; (10) Roasting grean bean. Roasted bean perlu diistirahatkan atau resting kurang lebih 2-3 hari agar biji kopi tidak pecah saat dilakukan grinding; (11) Pembubukan roast bean. Dilakukan dengan menghaluskan biji kopi menjadi produk baru, yaitu kopi bubuk.
Eva selaku anggota juga menambahkan bahwa Bubuk kopi yang dihasilkan dari 3 (tiga) tingkatan roasting (light, medium, dark) mempunyai tingkat kesukaan yang berbeda-beda. Akan tetapi dominan kesukaan terdapat pada varian Robusta dengan tingkatan roasting medium dan dark, dikarenakan rasa yang sangat kuat. Dengan adanya inovasi tingkatan roasting yang dilakukan oleh tim dosen, maka dapat diperoleh hasil yang dapat dijadikan sebagai brand produk dari bubuk kopi di Polije. Inovasi-inovasi dalam biji kopi akan terus dilakukan dan semakin dikembangkan oleh tim Dosen D4 Prodi Pengelolaan Perkebunan Kopi Polije.
