Dampak Sosial, Ekonomi, dan Politik Dalam Kebijakan Penduduk Program Keluarga Berencana (KB)
Oleh Risa Megariska
Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
MEMOPOS.com,Sidoarjo - Indonesia merupakan jumlah penduduk yang banyak. Dapat dilihat dari hasil sensus penduduk yang semakin tahun semakin meningkat. Dalam pengetahuan tentang kependudukan dikenal sebagai istilah karakteristik penduduk yang berpengaruh penting terhadap proses demografi dan tingkah laku sosial ekonomi penduduk. (bahan kuliah dan makalah kesehatan). Dibanding dengan negara-negara yang sedang berkembang lainnya, Indonesia menempati urutan ketiga dalam jumlah penduduk setelah Cina dan India. Indonesia merupakan negara yang sedang membangun dengan mempunyai masalah kependudukan yang sangat serius disertai dengan, yaitu jumlah penduduk yang sangat besar disertai dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dan persebaran penduduk yang tidak merata. Jumlah penduduk bukan hanya merupakan modal tetapi juga akan merupakan beban dalam pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang meningkat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
Masalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah masih tingginya pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan struktur umur penduduk.
Program kependudukan dan keluarga berencana bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan yang baik antara jumlah dan kecepatan pertambahan penduduk dengan perkembangan produksi dan jasa. Pelaksanaan program keluarga berencana selama lebih dari dua dasawarsa telah menurunkan TFR dari 5,6 pada tahun 1970 menjadi sekitar 2,8 pada tahun 1994 (Kantor Menteri Negara Kependudukan , 1996).
Pencapaian angka TFR ini juga tidak terpaut jauh dengan data World Population Data Sheet, 1997 untuk Indonesia sebesar 2,9 . Dengan turunnya angka kelahiran total (TFR ) tersebut maka tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia masih di atas 2,3 persen per tahun maka pada tahun 1995 pertumbuhan penduduk Indonesia turun menjadi 1,6 persen per tahun. Menurut data World Population Data Sheet tahun 1997 pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1, 7 persen per tahun. Penurunan pertumbuhan penduduk menjadi semakin berarti, karena selama ini terjadi pula penurunan angka kematian bayi. Angka kematian bayi (IMR/ infant mortality rate ) Indonesia telah turun dari 145 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1990 dan pada tahun 1997 menjadi 66 per 1000 kelahiran hid up. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan fertilitas diikuti perlurunan mortalitas. Penurunan TFR tersebut didukung oleh pencapaian indikator-indikator keberhasilan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB).
Dalam konteks krisis ekonomi yang melanda Indonesia seperti saat ini, ada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat sehingga menghadapi tantangan yang serius. Adapun yang menjadi masalah serius berkenaan dengan krisis ekonorni Indonesia adalah : pertama, penyediaan jumlah alat kontrasepsi; kedua daya beli masyarakat terhadap alat kontrasepsi yang dibutuhkan sehingga akseptor akan menghadapi tantangan yang seriu"s dalam pelaksanaan KB. Penyediaan jumlah alat kontrasepsi diperkirakan akan menurun sejalan dengan penurunan jumlah anggaran pemerintah terhadap program KB. Disamping itu jumlah akseptor KB diperkirakan akan menurun karena daya beli masyarakat terhadap alat kontrasepsi yang rendah (bagi yang telah menjadi akseptor dimungkinkan menjadi drop out ) karena mereka tidak mampu membeli alat kontrasepsi. Pada masa krisis ekonomi, maka masyarakat lebih mementingkan I memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan makan daripada alat kontrasepsi.seberapa jauh dampak krisis ekonomi terhadap pelaksanaan KB.
Dimensi sosial yaitu Kepadatan penduduk menurun, Kesehatan reproduksi terjaga, Keharmonisan keluarga. Dimensi sosial, ekonomi, dan politik juga merasakan dampak yang cukup baik karena diterapkannya program keluarga berencana ini. Dampak di bidang ekonomi yang dirasakan masyarakat cukup beragam dan dapat dikatakan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik. Dampak tersebut yaitu Fokus keuangan lebih tertata, Angka kemiskinan berkurang, Istri dapat membantu perekonomian keluarga.Dalam pelaksanaan sosialisasi program KB pemerintah memiliki peran aktif dalam eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 4, Nomor 1, 2016: 39-52 46 menunjang keberhasilan sosialisasi program khususnya program KB kepada masyarakat. Namun hal ini akan berjalan apabila diantara kedua pihak yaitu masyarakat dan pemerintah mampu bekerja sama dengan baik. Program safari KB merupakan salah satu program yang dijalankan oleh pihak kantor keluarga berencana dan pemberdayaan perempuan dengan mengajak seluruh pihak puskesmas.
Dimensi Politik Berdasarkan UU No. 52 Tahun 2009 disebutkan bahwa KB yaitu upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
Tujuan umum program KB adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi dengan cara pengaturan kelahiran anak agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Program KB membawa orientasi ekonomi kepada masyarakat bahwa 2 anak cukup, karena propaganda yang diberikan pemerintah mengeksplisitkan suatu keluarga sejahtera lebih baik kehidupan ekonominya dengan dua anak dibandingkan banyak anak. Perbaikan serta perkembangan KB yang pesat dijadikan sarana untuk mendapatkan hegemoni penuh kekuasannya. pembangunan nasional lima tahun dengan slogan untuk peningkatan ekonomi rakyat menjadi alat untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang mulai merasakan semangat hedonisme dalam kesehariannya. Usaha ini didukung oleh kondisi politik internasional yang semakin mengokohkan kekuasaan politiknya.