Hasil Klarifikasi Dari Keluarga Lukas Rudi Yang Tinggal Di Asrama Putri Lima Roti SMP Kristen Blora
MEMOPOS.com,Blora - Hasil klarifikasi Ibu Kustiyah SP,d Kasek SMP Kristen Blora Jln Sutomo no 44 d Blora siang tadi di ruangnya.Jumat (11/6/2021).
Kustiyah SP,d saat di datangi beberapa awak media di ruangan kasek dari keluarga alm Lukas Rudi (60) menyampaikan beredarnya pemberitaan dimedsos terkait keluarga Lukas Rudi ibu Sarimah, mengatakan dengan tegas, bahwa dari keluarga Alm Lukas Rudi itu dinyatakan terjangkit kasus covid-19 saya sanpaikan itu tidak benar.
Dengan kronologis awalnya Bapak asrama Putra SMP Kristen Blora Namanya Lukas Rudi +60) itu meninggal bukan karena covid, beliau itu sebetulnya punya penyakit yang sudah cukup lama dideritanya, beliau itu mengidap penyakit jantung itu sudah lama jantungnya, lalu ditambah tensi tinggi,juga kolesterol tinggi yang terakhir itu gula, gulanya tinggi banget sampai 5650, itu sudah lama menderita penyakit tersebut, mulai ke sini semakin lama semakin lemah sampai dengan kemarin tanggal 29 Mei 21, kemudian terpaksa kami larikan ke RSU jam 10 siang karena beliau kondisinya sangat lemah, tidak bisa jalan tidak bisa bergerak bernafas juga sulit, kemudian jam 10 siang kami larikan ke RSUD lalu dimasukkan di ruang IGD dan dari penanganannya di sana jelas mengalami sweet mungkin merasa kurang nyaman.
Dari pelayanan di RSUD, beliau kan butuh pelayanan yang kiri kanan gitu tapi di sana, ketika memanggil perawat, -perawat nya itu lagi pada tidur ya gitulah jadi lama-lama Pak Lukas ini merasa tidak nyaman minta pulang paksa.imbuhnya.
"Saat pulang paksa Beliau Lukas ini hasil swapnya belum keluar, Nah akhirnya mulai masuk tanggal 29 mei sampai hari Senin tanggal 31 Mei sekitar pukul 10 siang itu minta pulang. Akhirnya pulang psksa menuju asrama putri lima roti ,saat melihat kondisinya bagus, tapi setelahnya itu dia merasa ada penurunan stamina akhirnya hari malam itu juga, minta rujuk di bawa ke Yakkum.
Seketika malam-malam juga harus berusaha untuk membawa Rio ke si Agung (Lukas) itu tanggal 31 Mei malam kemudian hasil swab di RSU saat itu belum keluar baru keluarnya tanggal 1 Juni dari hasilnya adalah positif Corona katanya.
Sementara saya titip di situ dulu ya, kemudian tanggal 2 juni hasil thes negatip, sampai tanggal 3 oleh pihak puskesmas melalui Kelurahan tempelan kami semua guru karyawan dan siswa baik yang ada di asrama putri maupun yang Putra. Ajuranya semua mengikuti jadwal mereka yaitu harus diswab massal, pada saat swap tersebut Pak Lukas itu belum meninggal.
Akhirnya Pak Lukas meninggal di kampung sendiri di Purwodadi itu pun meninggalnya 6 Juni jam 15 :30, Pak Lukas itu meninggal di RS Yakkum, kemudian dimakamkan hari Senin tanggal 7 Juni di Purwodadi tempat tinggalnya.
Dari ibu Lukas Rudi(Sarimah (49) merasa kecewa atas pelayanan dari pihak RSU D yang kurang mengenakan ,sehingga bapaknya minta pulang paksa, dan kecewa lagi, hasil pemeriksaan Swab dari RSUD Blora menyatakan positip terjangkit covid-19, dan setelahnya minta pulang paksa, senin malam di rujuk ke RS Yakkum dan di sana juga sama menjalani pemeriksaan Swab sampai 7 kali dan dari hasil swabnya keluar dinyatakan negatip, itu yang merasa kecewa sekali,.tegas Sarimah istri Lukas alm.pungkasnya.
(ardy)

