Semarakkan Hari Santri Nasional 2026, Polres Blora Kumpul Bersama Masyarakat
https://www.memopos.co.id/2026/10/semarakkan-hari-santri-nasional-2026.html
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora menggelar acara "Jagongan Sarungan" yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Blora, Jl. Dr. Sutomo No. 48 Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si., Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blora Roziqun, S.Ag., M.Pd.I., Kasat Intelkam Polres Blora Iptu Agus Wibowo, Kabag Kesra Setda Kabupaten Blora Mujo Sugiyono, S.Pd., M.Pd., para Kepala KUA se-Kabupaten Blora, serta jajaran kiai dan ulama Kabupaten Blora.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si. hadir memberikan pemaparan materi dan arahan kepada para ulama serta peserta yang hadir. Beliau menegaskan bahwa kedatangannya merupakan bentuk silaturahmi dan permohonan bimbingan dari para kiai.
"Kami datang dalam kegiatan ini bukan untuk menggurui, melainkan untuk sowan meminta bimbingan dan doa dari para kiai serta sesepuh di Kabupaten Blora," ujar Kapolres Blora.
Lebih lanjut, AKBP Inggal Widya Perdana menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan sejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran strategis santri dalam menjaga keutuhan dan keamanan bangsa. Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri memerlukan sinergi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pesantren. Sejalan dengan semangat Polri saat ini, yakni Polisi Bersama Masyarakat, Polres Blora berkomitmen untuk senantiasa hadir dan berkolaborasi erat dengan para ulama dan santri.
"Dari perspektif Polri, santri merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan dan tertiban masyarakat, mencegah konflik sosial, menangkal intoleransi, serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Pesantren telah lama membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama, akhlak, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan. Ini sejalan dengan jargon Polisi Bersama Masyarakat, di mana keberadaan Polri dan santri harus saling menguatkan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat," tegas AKBP Inggal Widya Perdana.
Selain itu, Kapolres Blora juga memaparkan sejumlah tantangan zaman yang perlu dihadapi bersama, seperti bahaya polarisasi sosial, kerentanan generasi muda dari narkoba dan kenakalan remaja, hingga ancaman penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital. Beliau mengimbau pentingnya menjaga kerukunan, menguatkan ukhuwah, serta menjamin lingkungan pesantren bebas dari tindakan kekerasan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blora Roziqun, S.Ag., M.Pd.I., dan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran jajaran Polres Blora dan sinergitas yang terus terjalin dengan baik dalam mendukung kemajuan pesantren di Kabupaten Blora.
Seluruh rangkaian kegiatan "Jagongan Sarungan" yang diisi dengan dialog interaktif dan diskusi bersama para ulama tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
(Ardyfahril)
