Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi dan Pelatihan Pemilihan Sampah di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari

Pelatihan Pemilihan Sampah Organik, Anorganik dan Residu

MEMOPOS.co.id,Jember - Desa Badean Kecamatan Bangsalsari salah satu desa di Kabupaten Jember yang menghadapi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga yang belum tertata, sementara lahan desa yang tidak produktif belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, pengelolaan sampah organik maupun anorganik di desa ini masih sangat terbatas, sehinggasebagian besar sampah dibakar, dibuang ke sungai, atau ditumpuk begitu saja. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Komposisi sampah di Desa Badean didominasi oleh sampah anorganik sebesar 60% dan sampah organik sebesar 40%. Oleh karena itu, diperlukan penerapan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis masyarakat yang meliputi kegiatan pemilahansampah, pengolahan sampah organik, dan pengelolaan bank sampah. Sampah organik diolah menjadi kompos menggunakan metode sederhana, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui sistem bank sampah. Program ini relevan dengan bidang keilmuan Program Studi Manajemen Agroindustri, khususnya dalam pengelolaan limbah, peningkatan nilai tambah produk, efisiensi prosespengolahan, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi bertujuan memberikan dampak positif kepada masyarakat di sekitar Jember, maka dosen Politeknik Negeri Jember dengan ketua Timnya yaitu Dr. Dewi Kurniawati, S.Sos,M.Si memberikan pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi dari Kohe Kambing sebagai upaya memanfaatan limbah organik kambing dan Pelatihan Pemilahan Sampah. Pelatihan di berikan kepada petani kopi muda yang berada di desa Badean Kec. Bangsalsari Kabupaten Jember.

     Pelatihan pemilahan sampah organik, sampah anorganik dan residu disampaikan oleh Ibu Oktanita Jaya Anggraeni, S.E,M.P dan Ibu Dian Rizky, S.St ,M.ST. Dalam pelatihan itu yang disiapkan adalah wadah sampah yang telah diberikan warna pada tempatnya yaitu wadah sampah hijau untuk sampah organik,warna biru untuk sampah anorganik dan warna sampah merah untuk sampah residu. Tahap kedua adalah sampah dipilah dulu menurut jenisnya apakah sampah organik, anorganik dan residu. Sampah anorganik dimasukan ke wadah sampah anorganik setelah terkumpul di dibersihkan terlebih dahulu dan kering dari sisa kotoran atau makanan sebelum dimasukkan ke wadah sampah .Yang termasuk sampah anorganik adalah dari sisa botol plastik, kaleng, kertas, kardus, dan kaca.

Setelah sampah dipilah maka sampah organik, salah satunya dari kotoran kambing, maka sampah organik dari kohe kambing dibuat pupuk kompos. Narasumber pembuatan pupuk kompos dari Kohe Kambing disampaikan oleh Ibu Datik Lestari, S.P,M.P dan Bapak Andi Muhamad Ismail, S.ST,M.Si. Tahap awal pembuatan pupuk kompos dari kohe kamping adalah menyiapkan bahan dan alat. Bahan: EM4 100 ml,Tetes tebu 500 mlKohe kambing 100 kg , Kapur/dolomit 10 kg,Sekam 10 kg. AlatEmber tempat pencampuran EM4, tetes tebu dan air,Sekop/cangkul untuk mengaduk dan Terpal untuk wadah pencampuran bahan dan fermentasi.

Langkah Pembuatan pupuk kompos dari kohe kambing. 

1. Larutkan aktivator: Campur EM4 dan molase ke dalam air secukupnya.

2. Hancurkan kohe: Tebar kotoran kambing di atas terpal, lalu hancurkan gumpalangumpalannya.

3. Siram larutan: Percikkan larutan EM4 secara merata ke seluruh kotoran kambing sambil diaduk.

4. Cek kelembapan: Genggam kotoran kambing; kelembapan pas ditandai dengan tidak ada air yang menetes saat digenggam dan bahan terasa lembap.

5. Tutup rapat: Tutup tumpukan rapat-rapat menggunakan terpal untuk menciptakan kondisi kedap udara (anaerob).

6. Aduk berkala: Buka penutup dan aduk tumpukan setiap 2-3 hari sekali agar panasnya merata.Dokumentasi : Praktek Pembuatan pupuk Bokashi

Praktek Pembuatan Pupuk BokhasiPelatihan Pembuatan Pupuk Bokhasi dan Aplikasinya Pada Tabulampot

Setelah jadi pupuk kompos jadi maka pupuk bokashi di pupukan di tanaman tabulampot. Tanaman tabumpot juga merupakan hasil pelatihan dari Dosen Politeknik Negeri Jember yang diketua oleh Ibu Dr. Dewi Kurniawati, S.Sos,M.Si. Dalam pelatihan yang dilakukan dosen Politeknik Negeri Jember juga mengikutsertakan mahasiswa pada Jurusan Manajemen Agribisnis. Petani kopi desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, sangat antusias dalam pelatihan tersebut.

WhatsApp Bagikan ke WhatsApp Facebook Twitter Instagram

Related

Headline 6113067006941406697

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Kang Mas Hariyanto Tingkat 2 Pembina Wilayah Patrang

Kasat Lantas Serta Jajarannya Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H

Selamat dan Sukses Kepada Bupati dan Wakil Bupati Jember Periode 2025 - 2030

Hot in week

Recent

Comments

Ketua Cabang PSHT Jember Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1446 H -2025

NAIL STUDIO

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item