Bank Indonesia Sentuh Kaum Muda Jember Cinta Rupiah
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember (kiri) dan Ning Jember, saat melakukan kegiatan di Komunitas Tanoker Ledokombo, menggelorakan cinta, bangga dan paham terhadap mata uang rupiah.
MEMOPOS.co.id,Jember - Kedatangan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jember ke Komunitas Tanoker, Ledokombo, Senin (4-5-2026) untuk memberikan pemahaman cinta rupiah kepada kalangan anak muda.Bahkan, BI di hari itu pula, sebelum ke Tanoker melakukan hal serupa di SMA Negeri 1 Kalisat.
Hal tersebut seperti dikatakan Ciciek Farha, pendiri sekaligus direktur Komunitas Tanoker mengatakan, BI Kantor Perwakilan Jember memiliki keinginam untuk menumbuh rasa cinta kepada rupiah kepada Gen Z di Ledokombo mereka ingin menempatkan acara tersebut di Tanoker.
"Tanoker sangat mendukung kegiatan BI terkait cinta rupiah, tidak saja kaum muda dari Kecamatan Ledokombo namun juga ada kecamatan lain seperti Silo.Mereka sangat antusias mendengarkan pemaparan BI dari awal hingga akhir, tentu ini sangat penting dketahui mereka,"kata Ciciek.
Menurut perempuan tersebut, sebagian besar dari peserta sosialisasi belum pernah ikut di acara BI seperti siang itu.Tentu ini pengalaman baru bagi mereka, sekaligus pengetahuan perihal mata uang rupiah." Bagaimana memperlakukan uang, agar tidak robek atau lusuh."imbuh Ciciek.
Perempuan ramah berkacamata itu mengutarakan, pengertian cinta itu meliputi bangga dan paham mata uang rupiah.Harus ada kebanggaan sebagai warga negara terhadap rupiah, termasuk paham tentang rupiah.Hal itu dijelaskan BI panjang lebar di kesempatan tersebut.
Selain itu pula, BI menitip pesan agar anak muda Jember tidak terkecuali para peserta untuk memeriksa keaslian uang kertas.Hal ini agar mereka jangan sampai jadi korban ulah oknum pengedar uang palsu.Mengingat, saat ini kasus peredaran uang palsu masih sering terjadi.
Saat berada di Komunitas Tanoker, BI tidak sendiri dan namun dibantu Gus dan Ning Jember.Duta wisata itu ikut membantu gawe BI itu.Dialog bersama gen z itu semakin menarik, karena peserta ikut pro aktif.Hadiah menarik disediakan BI untuk penanya, serta bagi siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan.
Seorang wartawan senior dan pernah bekerja di Harian Pagi Jawa Pos Radar Jember, mendukung langkah BI mengajak anak muda cinta rupiah."Sekarang ini di kota atau di desa, saat orang masuk toko, kafe dan restoran, Rp (rupiah) tidak ditulis di daftar harga diganti K, semisal 1000 K, 5000 K."jelas dia.
Menurut dia, hal ini tidak boleh dibiarkan karena hingga hari ini mata uang Indonesia tetap rupiah.Jika tetap tidak mencantumkan rupiah (Rp), berarti bukan termasuk cinta terhadap rupiah seperti digaungkan BI.Untuk itu, rupiah atau Rp jangan dihilangkan dan perlu dipampang lagi dalam daftar harga.(*)
Reporter:Winardyasto
