Tradisi JFC Makan Pecel Stasiun Garahan Sebelum Ziarah Makam Dynan Fariz
Budi Setiawan Presiden JFC (baju hitam), terlihat khusyuk berdo'a di makam Dynan Fariz di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, JemberMEMOPOS.co.id,Jember - Penjual makanan tradisional pecel di Stasiun Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, kini tinggal satu.Namun demikian, warung sederhana itu selalu ramai apalagi di hari minggu atau hari libur nasional.Bahkan pengunjung harus rela mengantri.
Tidak saja orang Jember mendatangi tempat tersebut, bahkan mereka berasal dari kota lain sengaja mampir menikmati kelezatan pecel legendaris tersebut.Sehingga jalan sempit menuju ke Stasiun Garahan itu terlihat dipenuhi mobil pribadi, diperkirakan mulai pagi hari.
Bahkan Jember Fashion Carnaval (JFC) bersama rombongan tidak cuma sekali duduk di warung itu memesan nasi pecel, diakui Budi Setiawan Presiden JFC, sarapan pagi di tempat itu merupakan tradisi JFC hingga kini ketika ziarah makam di Desa Sidomulyo.
"JFC setiap hendak ziarah makam Dynan Fariz di Desa Sidomulyo, dipastikan selalu singgah di warung pecel Stasiun Garahan.Namun di hari Minggu 10 Januari 2026 penuh sesak, terpaksa sarapan di warung pecel 05 di pinggir jalan,"ucap Iwan panggilan akrab dia
Kepada Memo Pos, Iwan pria tampan itu mengatakan, rombongan pengelola JFC itu terdiri Suyanto, CEO JFC, juga David Susilo, Research Development, Hendy Rendrawan, Secretary, Fefi Nurdiana, Aris Risto Art Director, Indra, Show Director serta Ayu, Expo Devision.
Bu Bayu pemilik warung pecel 05 itu tidak mengetahui bila tamu bermobil itu adalah JFC, bagi perempuan tersebut hal itu dirasa seperti mimpi.Praktis pagi, ia memperoleh penglaris dari JFC."Aku kira orang biasa, lah kok JFC?, baru pertama ini JFC kesini,"jelas Bu Bayu.
Usai sarapan pecel ikon Desa Garahan, iring-iringan mobil itu melanjutkan perjalanan ke makam Dynan Fariz, pendiri JCF dan sukses melambungkan nama Jember ke tingkat dunia.Rombongan JFC terlihat khusyuk mendoakan almarhum Dynan Fariz.
Iwan sebagai orang nomor satu di JFC itu akan melaksanakan wasiat almarhum, melanjutkan perjuangan serta menguatkan kolaborasi internal dan eksternal.Selain itu, memperkokoh tim untuk kemandirian mereka dan JFC melalui Core Value.(*)
Reporter:
Winardyasto HariKirono