Sampaikan Nasehat Lewat Tulisan Tangan Ciri Khas Warung Nasi Goreng Milik Fian
Warung Nasi Goreng Gila milik Fian memiliki keunikan tersendiri, di warung itu sengaja dipampang kata bijak hasil tulisan tangan sehingga menarik perhatian pembeliMEMOPOS.co.id,Jember - Setiap malam Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember, hampir tidak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan bermotor.Maklum, jalan tersebut masih masuk kawasan kampus.Praktis di tempat tersebut bermunculan warung kuliner.
Tentu pemilik warung paham sekali tidak bakalan mematok harga terlampau tinggi, karena segmen mereka adalah para mahasiswa.Di malam hari, warung kulineran sibuk meladeni pengunjung dan sebagian besar mahasiswa perantauan jauh dari orangtua.
Dari deretan warung kuliner itu, terdapat warung nasi goreng menempati lahan bekas cucian mobil.Warung Nasi Goreng Gila sengaja diberi nama oleh Fivi Yanto, sang pemilik.Lantas apa keunikan warung itu?, karena selalu ada white board di pohon peneduh.
White board atau papan putih berukuran 40 cm x 25 cm, tidak dibiarkan kosong begitu saja.Fian begitu panggilan keseharian pria tersebut, menggoreskan kata bijak bernada nasehat kepada semua pengunjung warung itu.Pesan moral itu sangat menggelitik.
Tidak sedikit orang dibikin penasaran maksud tulisan itu, setiap hari tulisan tersebut berganti-ganti.Saat malam ketika suasana hening, Fian memutar otak untuk menuliskan kata bijak di white board itu.Bukan Fian, kalau tidak bisa menemukan kata-kata indah.
"Pesan tulisan tangan itu kini menjadi ciri khas Warung Nasi Goreng Gila, bahkan akan terus dipertahankan sesuai permintaan pelanggan.Awal mula sekedar iseng, malah sekarang tidak sedikit orang suka tulisan itu bahkan sempat di foto segala."ucap Fian.
Ketika Memo Pos singgah di warung itu, tulisan tangan Fian cukup panjang."Apa gunanya hati jika semuanya wajah yang tulus, kalah dengan wajah yang mulus."Ketika membaca tulisan itu, orang pun tidak langsung paham.Entah ini disengaja atau tidak?.
Hal unik lain, ketika pembeli makan ditempat tersebut, Fian menghidangkan nasi goreng sedikit beda.Nasi goreng tidak begitu saja ditaruh di piring, namun agar lebih menarik nasi goreng itu dicetak berbentuk daun Waru dan diartikan sebagai ungkapan tanda cita.
"Tampil beda agar nasi goreng lebih memikat, selain itu agar warung ini lebih disayang pembeli.Sehingga terus ramai setiap hari.Apalagi nasi goreng disini ada beberapa varian.Seperti diberi toping udang, cumi, rempolo ati, tentu harga juga bervariasi."ucap dia.
Lelaki berpendidikan SMP itu menceritakan bagaimana awal mula penamaan warung itu.Sambil menerawang masa lalu, Fian mengaku dimulai saat ia berada di Surabaya.Sekian tahun lalu, kota itu para pedagang kaki lima (PKL) mulai memakai nama nasi goreng gila.
Suami dari Fili Amalia itu tertarik untuk mengadopsi nama tersebut.Nama Warung Nasi Gila itu tanpa diduga membawa hoki.Sama seperti warung serupa di Tanjung Perak kota pahlawan tidak pernah sepi.Nasi goreng itu dibandrol paling murah Rp.10.000.
"Termahal Rp.20.000 nasi goreng porsi jumbo, ada pula mi goreng.Di Surabaya pernah kerja di restoran, terus aku mencoba usaha sendiri dan dimulai Agustus tahun 2024 lalu Bumbu nasi goreng juga beda dibanding tempat lain, ada rasa gurih, pedas dan manis."imbuh Fian.
Sementara itu, Muhammad Faiz, mahasiswa asal Jogjakarta, kuliah di perguruan tinggi swasta di Jember, baru sekali menginjakan kaki di Warung Nasi Gila.Ia tahu warung itu dari aplikasi Tik-Tok, serta ingin mencoba rasa nasi goreng tersebut dan sangat enak.
"Lantaran lihat Tik-Tok muncul keinginan mencicipi nasi goreng disini, mahal sih enggak dan lokasi Warung Nasi Goreng Gila berada di pinggir jalan sehingga mudah dijangkau.Juga, papan putih itu memberi kesan artistik tidak sekedar tulisan."tutur Faiz.(*)
Reporter:
Winardyasto HariKirono.