Kemendukbangga/BKKBN Banten Perketat Pengawasan Dapur MBG di Pandeglang, Wujudkan Asta Cita Presiden untuk Generasi Unggul
MEMOPOS.co.id,Pandeglang - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Banten melaksanakan kunjungan sekaligus pengawasan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing sejak usia dini, melalui intervensi gizi yang terarah, terukur, dan berbasis data keluarga.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, dengan fokus memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat melalui pendataan, pemutakhiran, serta validasi keluarga berisiko stunting. Pengawasan difokuskan pada pelaksanaan MBG B3 yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko stunting.
Dalam kesempatan itu, jajaran Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten meninjau secara menyeluruh proses operasional dapur MBG, mulai dari kualitas dan keamanan bahan pangan, standar pengolahan, kebersihan dapur, hingga mekanisme pengemasan dan distribusi makanan bergizi agar sesuai dengan petunjuk teknis dan standar operasional prosedur yang berlaku.
Rusman Efendi menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya melalui MBG B3 yang menjadi intervensi kunci pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan perwujudan langsung Asta Cita Presiden dalam agenda pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkeadilan. Karena itu, pendataan dan validasi keluarga berisiko stunting harus dilakukan secara akurat agar bantuan gizi benar-benar tepat sasaran,” ujar Rusman Efendi.
Ia menambahkan, penguatan MBG B3 menjadi langkah krusial karena kualitas pemenuhan gizi pada ibu dan anak akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Selain aspek teknis, kehadiran kader PKK dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam proses distribusi juga menjadi perhatian. Peran kader tidak hanya memastikan makanan diterima dengan baik, tetapi juga menjadi sarana edukasi keluarga mengenai pola asuh, perilaku hidup bersih, dan pentingnya gizi seimbang.
“Kader TPK berperan memantau dan memastikan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat, baik kondisi ibu maupun anak. Dengan pendekatan ini, MBG B3 tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga intervensi perilaku dan edukasi berbasis keluarga sehingga dampaknya lebih berkelanjutan,” jelas Rusman Efendi.
Lebih lanjut, Rusman Efendi menyampaikan bahwa berbagai kejadian yang sempat viral beberapa waktu lalu dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran penting untuk penyempurnaan pelaksanaan MBG B3 ke depan.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten mendorong sejumlah perbaikan, antara lain penguatan kepatuhan terhadap juknis dan SOP, khususnya terkait standar pengemasan dan distribusi makanan yang higienis.
Selain itu, optimalisasi peran SPPG juga dilakukan melalui penyediaan sarana pendukung, seperti penggunaan lebih dari satu wadah agar proses distribusi tidak dilakukan secara terburu-buru.
Peningkatan koordinasi dengan kader PKK turut diperkuat agar proses pengantaran tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kebersihan.
Kemendukbangga/BKKBN juga mendorong pelibatan aktif penerima manfaat, misalnya dengan menyiapkan wadah makanan yang layak dan bersih sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga mutu makanan.
“Dengan langkah-langkah tersebut, MBG B3 diharapkan semakin tertib, higienis, dan berkualitas, serta tetap menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.
Selain pengawasan teknis, kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola SPPG, serta kader pendamping keluarga. Kolaborasi ini dinilai sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program prioritas nasional agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pemerintah Desa Purwaraja mengapresiasi perhatian dan pendampingan dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten. Program MBG dinilai tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga rentan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan pencegahan stunting sejak dini.
Melalui kegiatan pengawasan ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program strategis nasional secara profesional, transparan, dan akuntabel. Program MBG diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung Asta Cita Presiden serta mewujudkan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.(Rls)
(Nurjen)
