Dinkes Lebak Masuk Kategori Terbaik Kedua Program CKG di Banten
MEMOPOS.co.id,Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik kedua program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten setelah Kabupaten Tangerang dengan capaian 490 ribu jiwa atau 32 persen dari 1,5 juta penduduk.
"Kita tahun depan menargetkan pencapaian program CKG sekitar 50 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Eka Dharma Putra dalam keterangan di Lebak, Rabu.
Dinkes Kabupaten Lebak untuk realisasi pencapaian program CKG tahun depan dengan kolaborasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD,BUMN, Perusahaan Swasta, Organisasi Kemasyarakatan, Lembaga Pendidikan serta Lembaga Penegak Hukum dan TNI.
Kolaborasi program CKG tersebut untuk mendukung generasi emas 2045, sehingga berbagai lapisan masyarakat harus hidup sehat dan berkualitas.
Karena itu, program asta cita Presiden Prabowo Subianto harus sukses dan seluruh masyarakat dapat dilakukan pemeriksaan CKG di sejumlah fasilitas kesehatan.
Saat ini, masyarakat Lebak yang sudah melayani program CKG sebanyak 490 ribu jiwa dan sebagian besar usia 18-59 tahun, kemudian lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, dan balita.
"Kami bekerja keras agar program CKG itu sukses dan dimanfaatkan seluruh masyarakat," kata Eka.
Eka menjelaskan, pemeriksaan CKG ini sangat penting dilakukan, karena deteksi dini untuk mengetahui faktor risiko dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, obesitas sentral atau lingkar perut.
Apabila, mereka teridentifikasi positif mengidap PTM, lanjut dia, masyarakat bisa menjalani pengobatan rutin lanjutan di rumah sakit.
Sebab, CKG ini dalam upaya untuk mencegah agar masyarakat tidak terkena risiko penyakit di kemudian hari, serta untuk menghindari adanya komplikasi yang terjadi.
Bila teridentifikasi diabetes maka rutin berobat jalan ke rumah sakit agar tidak terjadi komplikasi," katanya menjelaskan.
Ia menginstruksikan seluruh puskesmas mengoptimalkan CKG ke seluruh komunitas, lingkungan pemukiman warga juga perkantoran.
Dengan demikian, petugas puskesmas tidak banyak menunggu, namun menyasar keluar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
"Kita berharap masyarakat dapat mendaftar untuk pemeriksaan kesehatan gratis itu," katanya.
Manan (45) warga Komdik Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya mendatangi Puskesmas Rangkasbitung untuk dilakukan CKG agar mengetahui kondisi kesehatan tubuhnya dengan membawa indentitas KTP.
"Saya awalnya sering lemas dan haus, dan saat diperiksa oleh tim medis puskesmas setempat kadar gula tinggi serta dinyatakan diabetes melitus dan harus menjalani pengobatan rutin satu bulan ke rumah sakit," katanya.
(Nurjen)
