Hunian Kamar Hotel Sempat Alami Lonjakan Saat Pembukaan MTQ XXXI
Dwi Taufik Wahyu, SPsi, Sektretaris Perhimpunan Hotel.dan Restoran (PHRI) Kabupaten Jember mengatakan, saat pembukaan MTQ hunian kamar hotel di Jember meningkatMEMOPOS.co.id,Jember - Imbas dari pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI di Kabupaten Jember, menjadikan kamar hotel dipenuhi para peserta MTQ dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Seperti di ketahui, MTQ itu sendiri berlangsung dari tanggal 11-20 September 2025 atau selama 9 hari.Namun demikian, kamar hotel dipenuhi tamu dari luar kota cuma saat menjelang pembukaan acara tersebut.
Hal itu dikatakan Dwi Taufik Wahyu, SPsi, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember kepada Memo Pos.Menurut dia, hotel sangat diuntungkan perhelatan MTQ.
"Kamar hotel penuh tapi tidak 100%, namun itu sehari menjelang pembukaan MTQ.Selain kontingen, ada pula.para pejabat provinsi untuk mendampingi Gubernur Khofifah ke Jember membuka MTQ."jelas Taufik.
Bapak beranak dua itu menambahkan, rombongan tamu penting itu sehari setelah MTQ dibuka langsung pulang.Mengingat, hari Senin mereka harus melakukan aktifitas kembali di kantor.
Dari catatan PHRI Kabupaten Jember, di saat pembukaan terdapat 22 hotel anggota organisasi tersebut ditempati kafilah MTQ dan rombongan gubernur dan jumlah mereka tidak sedikit.
"Kalau jumlah hotel di Kabupaten Jember ada 50, total keseluruhan kamar ada 2500.Tidak sedikit kontingen MTQ ini telah memesan kamar hotel sejak 1 tahun lalu dan sesuai kemampuan anggaran."imbuh dia.
Dari pantauan PHRI sendiri, kamar hotel mulai kosong walau pelaksanaan MTQ belum rampung.Satu persatu kafilah mulai kembali ke daerah asal.Ini dikarenakan, kompetisi di MTQ memakai sistim gugur.
"Begitu peserta MTQ tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya, mereka lantas langsung mengemasi barang bawaan dan tidak ada pilihan lain kecuali meninggalkan kamar hotel."tutur Taufik lebih lanjut.
Namun demikian, tidak semua peserta MTQ menginap di hotel.PHRI memperoleh informasi ada pula mereka memilih tidur di home stay, karena mungkin harga lebih terjangkau ketimbang hotel.
"Saat ini di Kabupaten Jember bermunculan home stay. Sebagian besar home stay ini belum terdaftar menjadi anggota PHRI karena itu sulit untuk mendeksi jumlah keseluruhan home stay."pungkas Taufik.(*)
Reporter:Winardyasto HariKirono